Hampir Kehilangan Nyawa Ibunya Karena Kanker, Cowok 18 Tahun Ini Ciptakan Alat Ini

Mereka menciptakan bra dengan sensor khusus untuk mendeteksi permukaan payudara dan mengukur tekstur, warna dan temperatur.

Hampir Kehilangan Nyawa Ibunya Karena Kanker, Cowok 18 Tahun Ini Ciptakan Alat Ini
trueactivist.com
Julian Rios Cantu 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM - Rasa cinta anak kepada orang tua memang tidak bisa dibandingkan dengan pengorbanan orang tua.

Meski demikian, segala sesuatu akan diusahakan seorang untuk menyelamatkan nyawa ayah dan ibu.

Meski terlamat, terkadang pengalaman berharga membuat seorang anak terinspirasi untuk membuat solusi dari masalah yang pernah terjadi.

Julian Rios Cantu (18) harus mengalami masa-masa sulit di usianya yang ke-13.

Ia harus mendapati sang ibu didiagnosisi untuk kedua kalinya dengan penyakit kanker payudara.

“Ketika saya berusia 13 tahun, Ibu saya didiagnosis untuk kedua kalinya menderita kanker payudara,” kata Rios Cantu dalam sebuah video, seperti dilansir dari Huffington Post.

“Tumor itu berdimensi sebutir beras dan berkembang sampai sebesar bola golf dalam waktu kurang dari enam bulan. Diagnosisnya terlambat dan ibu saya kehilangan kedua payudaranya dan hampir juga hidupnya.”

.
. ()

Rios kemudian memulai menciptakan sebuah bra bersama 3 temannya ketika berusia 17 tahun.

Mereka menciptakan bra dengan sensor khusus untuk mendeteksi permukaan payudara dan mengukur tekstur, warna dan temperatur.

.
. ()

Dengan menggunakan sebuah aplikasi, para pengguna bisa mendeteksi kondisi pemakainnya.

Rios yang sekarang menjadi CEO dari perusahaannya Higia Technologies mengatakan kepada Mexican newspaper El Universal: "Saat ada tumor di payudara akan ada lebih banyak darah, lebih panas, sehingga akan merubah temperatur dan tekstur.

"Jika kita melihat perubahan yang terus menerus, kita akan merekomendasikan kamu untuk ke dokter."

"Kenapa bra? Karena memungkinkan kita menjaga payudara di posisi yang sama dan tidak harus digunakan lebih dari satu jam setiap minggunya," tambahnya.

Sebagai penemuan seorang anak remaja, ini masih sebuah prototipe, dia memprediksi akan sekitar dua tahun sebelum disertifikasi untuk digunakan.

Editor: Rio Batubara
Sumber: TribunStyle.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help