Proses Hukum Kasus Ahok

Kapolresta: Berdoa untuk Persatuan dan Keutuhan NKRI Boleh, Tapi Ikuti Aturan

Ribuan warga yang hendak menggelar doa dan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpaksa urung dilaksanakan.

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Ribuan warga yang hendak menggelar doa dan dukungan terhadap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terpaksa urung dilaksanakan.

Mereka terpaksa harus meninggalkan lapangan di depan Walcome to Batam setelah tim gabungan dari Kapolresta Barelang membubarkan aksi 1000 lilin yang baru saja akan berlangsung.

Pantauan Tribun di lapangan, saat pembubaran dilakukan, ribuan warga yang memadati lapangan langsung diarahkan untuk mematikan lilin yang baru saja dinyalakan.

Mereka kemudian diinstruksikan untuk keluar lapangan secara tertib.

Pembubaran dilakukan, dalam aksi tersebut tidak ada ijin ataupun pemberitahuan kepada Polsek ataupun Polresta Barelang.

Baca: Ahok Mohon Pendukungnya Membubarkan Diri dari Mako Brimob. Ini Alasannya

Baca: Polisi Bubarkan Aksi Dukungan Ahok di Lapangan Welcome to Batam. Ini Sebabnya

Baca: Aksi Pendukung Ahok Dibubarkan Polisi di Mako Brimob Depok

Aksi tersebut juga menimbulkan kemacetan ruas jalan utama samping lapangan depan Welcome to Batam.

Pasalnya, banyak kendaraan-kendaraan warga yang parkir sembarangan di sisi ruas jalan, sehingga menimbulkan kepadatan dan menjadi kemacetan bagi kendaraan lain.

Kapolresta Barelang AKBP Hengki mengatakan, aksi ini dibubarkan karena tidak memiliki izin.

"Kita boleh saja melakukan aksi do'a bersama, apalagi tujuannya untuk keutuhan dan persatuan NKRI," katanya

"Tapi kita juga harus bicarakan oleh forum komunikasi umat beragama (FKUB). Kita juga harus mengikuti aturan-aturan yang berlaku, aturan-aturan yang sebagaimana mestinya," tambah Hengki.

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved