TribunBatam/

Keren Habis! Panorama di Omah Bambu Merapi Boyolali, Cocok untuk "Selfie"

Penasaran dengan Gunung Merapi? Coblah singgah ke Omah Bambu Merapi. Keren habis panoramanya, cocok buat selfie!

Keren Habis! Panorama di Omah Bambu Merapi Boyolali, Cocok untuk
Dok Omah Bambu Merapi
Gugusan gunung di Jawa Tengah dapat jelas, saat langit belum tertutup kabut di Destinasi Wisata Omah Bambu, Selo, Boyolali 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BOYOLALI-Omah Bambu Merapi, yang dalam bahasa Indonesianya berarti rumah bambu merapi, merupakan destinasi wisata baru yang berada tepat di kaki Gunung Merapi.

Tempat ini berada di awal jalur pendakian Gunung Merapi via Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Baca: Terungkap! Presiden Jokowi Naik Trail di Papua, Ini Alasan Sebenarnya!

Baca: Kepanikan! Ayu Ting Ting Hapus Postingan ini di Instagram, Alasannya Sungguh Memalukan!

Sebuah rumah besar berbentuk menara-menara pandang dari kumpulan bambu tinggi siap menyambut wisatawan di sana. Bangunannya didesain apik, mirip pemukiman-pemukiman adat yang terbuat dari bambu. Dilengkapi lorong dan menara pandang.

“Dulu awal buka Agustus 2016, masih dua menara, sekarang udah lebih dari 15 spot foto dari menara pandang, lorong, sampai balkon,” ujar Abi selaku ketua pengelola Omah Bambu Merapi kepada KompasTravel, Sabtu (22/4/2017).

omah2

Dengan membayar RP 10.000 per orang, pengunjung dapat bebas berfoto dan menikmati keindahan panorama sekitar kaki Gunung Merapi.

Menurut Abi, jika pagi hari dan cuacanya cerah, pengunjung dapat melihat tak kurang dari tujuh puncak gunung dari menara utama yang tertinggi di sini.

“Pagi hari paling bagus pemandangannya. Selain sunrise dari sela gunung, juga bisa keliatan sampe tujuh puncak gunung. Ada Gunung Merbabu, Merapi, Ungaran, Lawu, dan Slamet, Sindoro, Sumbing di utara,” ujar Abi.

Untuk mencapai puncak paling tinggi, Anda perlu menaiki empat tingkat lantai. Puncak menara hanya berkapasitas empat orang saja. Wisatawan perlu mengantri sebelum naik ke lantai tertingginya.

omah3

Abi mengatakan bahwa bambu yang digunakan untuk merangkai menara-menara ini merupakan bambu tua yang kuat untuk bertahun-tahun. Di antara menaranya pun terdapat jaring sebagai fasilitas keamanan jika ada wisatawan yang terjatuh.

Namun, destinasi ini sangat menakutkan bagi yang takut dengan ketinggian. Selain berada di dataran tinggi, menaranya pun terpancang lebih dari lima meter.

Bagi wisatawan yang takut ketinggian, Anda bisa berfoto di bagian bawah dengan latar perkebunan. Ada pula spot-spot lainnya seperti terowongan bambu, jembatan bambu, batu love, dan lainnya.

Bagi yang ingin swafoto ke sini, waktu yang terbaik ialah di pagi hari dan sore hari. Namun, jangan khawatir, karena destinasi ini buka 24 jam. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help