Novel Baswedan Alami Teror

Soal Penangkapan AL, KPK Tunggu Pengumuman Resmi Polri

KPK mengucapkan terima kasih kepada Polri yang masih serius menangani penyerangan terhadap Novel Baswedan yang kini dirawat di Singapura.

Soal Penangkapan AL, KPK Tunggu Pengumuman Resmi Polri
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menggunakan kursi roda saat akan dibawa ke RS Jakarta Eye Center dari RS Mitra Kekuarga, Kelapa Gading, Jakarta, Selasa (11/4/2017). Novel Baswedan dipindahkan ke RS Jakarta Eye Center untuk menjalani perawatan lanjutan usai dirinya mengalami serangan fisik dari orang tak dikenal dengan menggunakan cairan yang diduga air keras yang membuat Novel Baswedan mengalami luka serius di sekitar wajah. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sudah mendapat informasi dari Polri soal penangkapan yang dilakukan tim gabungan Polda Metro, terkait kasus penyerangan Novel Baswedan.

"Informasi soal penangkapan sudah kami terima. Secara rinci hasilnya tentu perlu dikoordinasikan lebih lanjut," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Rabu (10/5/2017).

Febri melanjutkan, pada prinsipnya KPK mengucapkan terima kasih kepada Polri yang masih serius menangani penyerangan terhadap Novel Baswedan yang kini dirawat di Singapura.

"Kami terima kasih karena di hari ke-29 pasca-peristiwa, Polri masih terus bekerja," tambah Febri.

Baca: Jakarta Butuh Rumah Bawah Tanah. Mungkinkah?

Baca: Bagaimana Novel Dapat Foto AL? Begini Penjelasan KPK

Baca: WADUH. Gara-gara Rem Truk Blong, Lima Mobil di Depannya Ringsek

KPK juga terus berkomunikasi dengan Polda Metro Jaya, terkait informasi tertangkapnya seorang pria berinisial AL, yang diduga sebagai penyerang Novel Baswedan.

"Komunikasi terkait progress penanganan kasus sudah dilakukan antara KPK dengan Polda Metro. Untuk penangkapan seseorang yang diduga pelaku, kami koordinasikan lebih lanjut," tutur Febri.

‎Febri berharap, penangkapan AL ini bisa menjadi awal untuk mengungkap siapa otak pelaku penyerang Novel, yang juga Kasatgas penanganan korupsi e-KTP.

"Sampai saat ini kami tunggu pengumuman resmi dari Polri. Sesuai KUHAP kan ada waktu penangkapan hingga penentuan status hukum, kami tunggu itu," tambah Febri.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Tito Karnavian membenarkan anak buahnya mengamankan seorang pria berinisial AL, yang diduga terlibat dalam penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

"Itu baru diduga. Belum tersangka," ujar Tito, Selasa (10/5/2017) malam.

Dalam kesempatan ini, Tito menegaskan orang yang diamankan tersebut belum berstatus tersangka. Tim masih melakukan pendalaman pemeriksaan terhadap orang tersebut. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved