Ingin Tahu Bagaimana Para Buzzer Memainkan Media Sosial? Lihat Kantornya

Para ahli mengatakan sebagian besar manipulasi digital saat ini dilakukan di China dan Rusia, namun pengaruhnya dirasakan di seluruh dunia.

Ingin Tahu Bagaimana Para Buzzer Memainkan Media Sosial? Lihat Kantornya
DailyMail
Smartphone yang kerjanya hanya untuk memperbanyak "like" di kantor perusahaan buzzer di China. 

BATAM.TIRBUNNEWS.COM, BEIJING - Beginilah ilmu pemasaran saat ini, berpacu medapatkan tanda like untuk sebuah produk yang mereka luncurkan.

Dan, orang-orang cerdas yang umumnya para anak muda, menjadi marketing mereka yang ampuh

Bisnis buzzer ini bermodalkan sebuah kantor kecil yang di dalamnya dipenuhi oleh puluhan ribu ponsel.

Mereka bekerja untuk menaikkan popularitas online klien atau menyerang lawan bisnis klien mereka.

Sebuah rekaman video yang diambil di sebuah kota di China, menunjukkan bagaimana para buzzer ini bekerja.

Menurut reporter Rusia yang memfilmkan kantor ini, operasinya terdiri dari sekitar 10.000 handset.

Ada beberapa anak muda yang sibuk di komputer tapi sepertinya tidak bekerja, hanya bermain-main.

Para ahli mengatakan sebagian besar manipulasi digital saat ini dilakukan di China dan Rusia, namun pengaruhnya dirasakan di seluruh dunia.

Satu kantor membutuhkan 10 ribu handphone
Satu kantor membutuhkan 10 ribu handphone (DailyMail)

Penipuan ini bukan hanya untuk membuat ulasan, tetapi juga digunakan untuk membeli dan membuat akun media sosial palsu.

Awal tahun ini, para ilmuwan di USC dan Indiana University menemukan bahwa sebanyak 15 persen akun Twitter diduga palsu.

Twitter saat ini memiliki 319 juta pengguna aktif bulanan yang bisa berarti sebanyak 48 juta adalah akun palsu.

'Likes' di situs media sosial Instagram juga mendapat perhatian baru-baru ini dengan mengelola situs untuk menutup Instagress.

Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved