TribunBatam/
Home »

News

» Jakarta

Ingin Temui Jokowi, 14 Hari Sule Jalan Kaki dari Sragen. Sempat Dikira Gembel

Sri sempat menangis usai bersalaman dengan orang nomor satu di Indonesia itu lalu menyerahkan hadiah yang dibawanya.

Ingin Temui Jokowi, 14 Hari Sule Jalan Kaki dari Sragen. Sempat Dikira Gembel
TRIBUNNEWS.COM
Sri Wahyuni (48) atau yang akrab disapa Sule, menyerahkan hadiah berupa ayam jantan beserta susu kedelai terlebih dulu untuk Jokowi. 

Keputusannya berjalan kaki menemui Jokowi tersebut merupakan nazar dirinya pada saat Pilpres 2014 lalu.

"Saat kampanye, saya bernazar akan jalan kaki ke Jakarta bertemu Pak Jokowi. Pas Pak Jokowi menang, saya sempat tidak diperbolehkan sama suami karena anak masih kecil. Nah sekarang saya minta izin untuk melunasi nazar saya dan Alhamdulilah ketemu," ujar dia.

Pertemuan Sri dengan Jokowi berlangsung singkat, sekitar delapan menit saja. Di akhir pertemuan, Sri menyerahkan susu kedelai hasil produksinya di Sragen dan seekor ayam jantan kesayangannya kepada Jokowi.

Kepada wartawan Sri mengisahkan pengalamannya selama dalam perjalanan Sragen hingga Jakarta. Ia mengaku tak lupa dengan keberapa peristiwa yang menimpanya. Ia hanya ingat, langkah kakinya saat itu sedang menembus gelapnya malam melewati sebuah terminal bus.

"Ada sopir‑sopir (kelihatannya) sedang minum kopi. Tapi ya kok baunya bukan kopi. Satu orang dari mereka menghampiri saya dan menarik tangan saya," ujar Sri
Pria‑pria paruh baya itu kemudian berceloteh tidak sopan ke Sri sambil tertawa.

"Ada yang bilang, ayo dimandiin. Nanti mandi bareng‑bareng. Ya Allah, dalam hati saya menangis karena saya tidak sangka perjalanan saya menunaikan nazar seperti ini," tuturnya.

Beruntung, tarikan tangan pria itu tidak kencang. Sri lalu berhasil kabur dengan cara berlari. Kakinya semakin bengkak dan lecet setelah berlari itu karena sudah berjalan cukup jauh.

Tidak hanya nyaris diperlakukan tak senonoh, ia juga sering dianggap orang gila oleh orang‑orang yang melihatnya.

"Ya enggak keru‑keruan kata orang itu. Ada yang bilang saya gila, stres, gembel sampai saya dibilang pengemis," ujarnya.

Namun, Sri tetap tabah sampai akhir. Ia tetap fokus kepada nazar yang nyaris tertahan dilakukannya selama lebih dari dua tahun tersebut.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help