Mengenaskan! Pelajar Jatuh di Air Terjun Ditemukan Tewas Terjepit di Bebatuan!

Mengenaskan! Pelajar Jatuh di Air Terjun Ditemukan Tewas Terjepit di Bebatuan!

Mengenaskan! Pelajar Jatuh di Air Terjun Ditemukan Tewas Terjepit di Bebatuan!
KOMPAS.com / ABDUL HAQ
Puluhan warga di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyaksikan proses evakuasi jasad Nurhidayat (18) yang sebelumnya hilang terjatuh di air terjun. Senin, (15/5/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, GOWA-Nurhidayat (18), pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA) yang sebelumnya hilang terseret arus ke air terjun Depa, Dusun Tanetea, Desa Bontomanai, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, ditemukan tewas dalam kondisi terjepit di bebatuan persis di bawah air terjun, Senin, (15/5/2017) pukul 10.00 Wita.

Baca: Ehem! Gigolo di Bali Ungkap Perilaku Kliennya, Tak Cuma Begituan Tapi Juga Minta Begini!

Baca: Bikin Merinding! Terungkap Mistis Saat Penembakan Presiden Soekarno, Penembak Lihat Dua Bayangan!

Jasad korban ditemukan oleh tim Search and Rescue (SAR) yang melakukan pencarian dengan cara simpul tali lantaran medan yang berat karena terdapat banyak bebatuan cadas berukuran besar dan licin.

Pencarian korban dibantu warga setempat yang mengalihkan air sungai dengan cara dibendung pakai kayu dan dedaunan.

"Korban kami temukan dalam keadaan meninggal terjepit di sela-sela batu cadas berukuran raksasa, dan proses evakuasi harus menggunakan simpul tali," kata Kusnadi, koordinator Badan Search and Rescue Nasional (Basarnas) Makassar.

Proses evakuasi terhadap korban membutuhkan waktu selama satu jam lantaran kondisi medan yang berat. Saat ini, jenazah korban sementara dibawa ke rumah duka Jalan Daeng Tata III, Makassar, untuk disemayamkan.

Orangtua korban sendiri mengaku terakhir bertemu dengan korban pada pukul 13.00 Wita Sabtu (13/5/2017) saat korban pamit untuk berlibur bersama rekan sekolahnya.

"Saya terakhir ketemu Sabtu siang waktu pamit liburan sama teman sekolahnya, tapi dia tidak bilang mau ke sini berenang. Seandainya dia tanya mau berenang di sungai kemungkinan kami larang," kata Abdul Hafied, orangtua korban.

Sebelumnya, putra kedua dari empat bersauadara pasangan Abdul Hafied dan Haslinda ini hilang terseret air sungai hingga akhirnya terjatuh ke air terjun setinggi 30 meter pada pukul 15.30 Wita, Sabtu (13/5/2017) lalu. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help