TribunBatam/

Motion

Pesona Alam Bawah Laut Anambas Luar Biasa

Keindahan alam bawah laut mendorong sejumlah pemuda membentuk komunitas pecinta alam laut dengan nama Pecinta Alam Laut Anambas Bahari

Pesona Alam Bawah Laut Anambas Luar Biasa
TRIBUNBATAM/SEPTYAN
Anambas 

KEINDAHAN alam bawah laut Anambas memang memesona dan menarik hati para pecinta alam, khususnya para penyelam atau diver.

Alam bawah laut ini pula yang mendorong sejumlah pemuda di Anambas membentuk komunitas pecinta alam laut dengan nama Pecinta Alam Laut Anambas Bahari (PALAB). Komunitas ini secara resmi dibentuk akhir 2014.

Rohadi Ketua PALAB yang ditemui mengatakan, dibentuknya komunitas ini berawal dari adanya latihan bersama TNI dan warga Anambas beberapa tahun lalu. Ketika itu, beberapa anggota Komando Pasukan Katak (Kopaska) yang bertugas di Anambas, mengaku takjub dengan taman bawah laut yang ada di kepulauan ini.

"Ketika itu, Komandan Tim (Dantim) Kopaska Pak Ponco yang bertugas di Tarempa. Kami pun beberapa kali dimintanya untuk ikut turun menyelam pada sejumlah spot yang ada di Anambas. Dia juga yang mendorong terbentuknya komunitas ini berkali-kali. Pikiran kami, kalau saja orang luar mengaku takjub, sangat sayang kalau orang Anambas tidak memanfaatkan potensi ini,"ujar Rohadi, Jumat (5/5).

Meski jumlah anggota yang ikut dalam komunitas ini belum mencapai angka belasan, namun beberapa kegiatan rutin seperti menyelam biasa dilakukan. Lokasinya pun berbeda-beda, di antaranya Pulau Penjalin yang memang memiliki keindahan luar biasa.

"Ada beberapa spot, mayoritas spot yang ada di Anambas ini indah semua. Itu makanya sayang kalau masyarakatnya sendiri tidak memanfaatkan potensi tersebut," ungkapnya.

Iwan, anggota PALAB, mengaku senang bisa bergabung bersama komunitas ini. Meski terbilang baru, namun pria kelahiran Tarempa ini bangga dengan sejumlah spot terumbu karang yang ada di Anambas serta memiliki karakteristik tersendiri.

Pria yang mengaku bergabung dengan komunitas ini sekitar akhir 2015 lalu mengaku, selain takjub, dia juga bangga dengan keindahan alam khususnya terumbu karang yang ada di Anambas ini.
“Karakteristik terumbu karang ini juga yang menjadi daya tarik bagi wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk datang ke Anambas serta melihat langsung. Sebagai masyarakat, tinggal diberi kepercayaan untuk menjaga kelestariannya saja," ujarnya. (*)

Habiskan Puluhan Juta

Meski diving itu terlihat menyenangkan, namun beberapa hal harus diperhatikan agar aktivitas menyelam tidak berubah menjadi bencana bagi diri sendiri. Satu hal yang harus menjadi perhatian adalah faktor kesehatan.
Rohadi, Ketua PALAB mengatakan, orang yang berpenyakit yang berhubungan dengan pernafasan, dianjurkan untuk tidak ikut melakukan kegiatan menyelam ini.

"Orang yang memiliki riwayat sesak nafas, dan penyakit jantung tidak dianjurkan untuk mengikuti aktvitas ini," ujarnya.
Tidak hanya faktor kesehatan, kelengkapan alat juga perlu diperhatikan. Rohadi tidak menampik, aktivitas diving ini mengeluarkan biaya yang tidak sedikit.

Untuk membeli satu set perlengkapan diving, misalnya, uang yang harus dikeluarkan mencapai belasan juta rupiah. Ini belum termasuk sejumlah komponen pendukung seperti kompresor untuk mengisi ulang tabung oksigen yang harganya bisa mencapai puluhan juta rupiah.
Selain itu, para penyelam juga harus memiliki lisensi khusus yang dikeluarkan oleh lembaga Technical Diving International & Scuba Diving International (TDI-SDI).

Seorang anggota PALAB, Jay mengatakan, selain sejumlah faktor tersebut, faktor cuaca juga jadi penentu bisa tidaknya seseorang melihat keindahan bawa laut. Kondisi cuaca yang cerah, cukup berpengaruh untuk bisa melihat keindahan terumbu karang bawah laut yang ada di Anambas.

"Kalau dari pengalaman kami seperti itu. Kalau cuaca cerah, cahaya matahari bisa masuk dan menembus dasar laut. Sehingga, kondisi bawah laut menjadi lebih cerah. Biasanya, ini cukup diperlukan untuk orang yang memiliki hobi foto bawah laut," ujarnya.

Pria yang bekerja pada di kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini pun, menambahkan, kondisi terumbu karang menjadi hal pertimbangan saat menyelam. Bentuk terumbu karang yang terbilang datar, biasa dipilih bagi penyelam yang baru pertama kali melakukan aktivitas ini.

"Seperti di Penjalin itu. Bentuk karangnya datar, sehingga cukup memudahkan penyelam. (*)

Upacara di Bawah Laut

Aktivitas menyelam yang PALAB, tidak hanya sekadar menyalurkan hobi. Aktivitas sosial tentu saja juga dilakukan dan menjadi bagian dari aktivitas diving.

Satu kegiatan spesial yang mereka lakukan adalah menggelar upacara bendera memperingati Kemerdekaan RI 17 Agustus di bawah laut. Upacara ini sudah pernah dilakukan pada tahun lalu dan akan dilakukan kembali tahun ini.

"Ada rencana kegiatan seperti itu, dalam menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia nanti," ujar Rohadi, Ketua Pecinta Alam Laut Anambas Bahari (PALAB).

Upacara di bawah laut tahun lalu dilangsungkan di Pulau Getak, Desa Batu Belah Kecamatan Siantan Timur.
Tahun ini, PALAB merancang akan membuat upacara di salah satu pulau terluar yang ada di Anambas. Aksi ini pun, rencananya akan melibatkan sejumlah instansi vertikal.

"Dalam waktu dekat ini, kami akan membentuk tim upacara di bawah laut. Jadi, waktunya nanti serentak. Tentunya, untuk melakukan hal ini memerlukan dukungan semua pihak. Kaau bukan kita, siapa lagi," tutupnya.(*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help