TribunBatam/

Dongkrak Pendapatan, Tanjungpinang Wajibkan Pelancong Plesiran Menginap

Dongkrak pendapatan daerah, Tanjungpinang wajibkan tamunya menginap. Ini benefitnya menginap!

Dongkrak Pendapatan, Tanjungpinang Wajibkan Pelancong Plesiran Menginap
KOMPAS/KRIS RAZIANTO MADA
Becak motor melintas di Masjid Raya Sultan Riau atau dikenal sebagai Masjid Penyengat di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau. Untuk berkeliling Pulau Penyengat, alternatif transportasi utama adalah becak motor 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Riono, mengatakan bahwa saat ini kondisi perekonomian kota tersebut tengah melemah. Padahal, tamu yang berkunjung ke kota itu tidak bisa dibilang sedikit.

Acapkali Tanjungpinang sekadar menjadi tempat menggelar rapat singkat, kemudian pengunjung kembali ke daerah masing-masing.

Baca: Wow! Anak Tommy Soeharto Beranjak Dewasa, Ganteng dan Pebalap! Ini Penampakannya!

Baca: Hanya Ada di Anambas, Ikan Bakar di antara Pasir dan Batu! Cara Transaksinya Jadi Sensasi!

Baca: Ehem! Usai Nikahi Bule Italia, Dzulfikar Blak-blakan Soal Malam Pertama Bulan Madunya!

"Tamu-tamunya biasa turun di Batam, satu jam perjalanan ke Tanjungpinang, beberapa jam kemudian kembali ke Batam. Lalu Tanjungpinang dapat apa?" kata Riono di Hotel Comfort Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Senin (15/5/2017) malam.

Oleh karena itu, pemerintah kota mencanangkan kebijakan untuk mewajibkan tamu menginap. Paling tidak untuk satu malam.

Waktu luang usai menggelar acara bisa digunakan untuk menjelajah kawasan wisata Tanjungpinang. Riono mengatakan bahwa kotanya tengah berkembang menjadi destinasi wisata.

Salah satu tempat yang bisa dikunjungi pelancong yakni Pulai Penyengat yang memiliki banyak situs bersejarah yang sayang dilewatkan. Dengan demikian, pendapatan bisa masuk ke berbagai sektor di Tanjungpinang.

"Minimal hotelnya dapat, transportasi dapat, taksinya dapat, kulinernya dapat. Dengan kebijakan itu bisa membantu pertumbuhan ekonomi di Tanjungpinang," kata Riono.

Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan bahwa kotanya "menjual" wisata budaya dan religi. Di Pulau Penyengat misalnya, ada masjid yang pondasinya dibangun dengan putih telur.

Ada juga gereja dan wihara peninggalan abad ke-17. Peningkatan pembangunan terus dilakukan agar minat wisatawan lokal maupun mancanegara meningkat.

"Yang penting kalau hidup mau nyaman, tenang, aman, tinggallah di Tanjungpinang," kata Lis.

Lis menjamin Tanjungpinang kota yang aman meski berada di jalan pada tengah malam.."Ibu-ibu jam tiga subuh naik ojek masih aman. Tidak ada gangguan keamanan," kata dia. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help