TribunBatam/

Mobil Fortuner dan Pajero Lawas Lagi Naik Daun, Mengejutkan Inilah Alasan di Baliknya!

Mobil Fortuner dan Pajero Lawas Lagi Naik Daun, Mengejutkan Inilah Alasan di Baliknya!

Mobil Fortuner dan Pajero Lawas Lagi Naik Daun, Mengejutkan Inilah Alasan di Baliknya!
Stanly/Otomania
Mobkas SUV dan MPV di MGK Kemayoran 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Naiknya penjualan sport utility vehicle (SUV) bukan hanya di pasar mobil baru, namun juga di segmen mobil bekas (mobkas). Jelang musim Lebaran 2017, tren penjualan SUV makin meningkat, terutama untuk model yang memiliki kapasitas tujuh penumpang.

Baca: Wow! Anak Tommy Soeharto Beranjak Dewasa, Ganteng dan Pebalap! Ini Penampakannya!

Baca: Ehem! Usai Nikahi Bule Italia, Dzulfikar Blak-blakan Soal Malam Pertama Bulan Madunya!

Baca: Terungkap! 10 Tanda Wanita Punya Libido Tinggi, Nomor 2 dan 4 Bikin Penasaran!

Beberapa mobkas SUV tahun lawas dinilai cukup bergairah, terutama untuk Fortuner dan Pejero Sport. Teddy salah satu pedagang mobkas di MGK Kemayoran mengatakan tren kenaikan SUV cenderung menyaingi pasar mobkas multi porpuse vehicle (MPV) yang biasa tumbuh pesat di musim mudik.

"Hampir sama, tapi SUV-nya untuk tahun yang lebih lawas, seperti Fortuner atau Pajero tahun 2011 atau 2012. Harganya tidak naik, justru cenderung bertahan, sekitar Rp 260 sampai Rp 300-an, itu bersaing dengan harga Innova 2015," ujar Teddy kepada KompasOtomotif, Sabtu (13/5/2017).

Menurut Teddy, selain dari sisi harga yang tidak mengalami kenaikan, salah satu yang menjadi daya tarik dari Pajero atau Fortuner adalah pilihan mesin diesel. Konsumen masih beranggapan mobil bermesin diesel jauh lebih irit dalam hal konsumsi bahan bakar.

Manajer Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih, juga mengungkapkan hal senada. Namun menurut Herjanto, tingginya peminat Pajero dan Fortuner bekas lebih dikarenakan harga barunya yang sudah makin tinggi.

"Permintaannya memang tinggi, tapi bukan karena dekat musim Lebaran saja, karena sejak awal tahun sudah bergerak. Tapi kalau dari pandangan saya lebih karena harga, SUV baru saat ini sudah gila (tinggi), sedangkan di pasar bekas harganya justru tidak naik, jadi wajar bila konsumen beralih mencari yang lebih terjangkau," ucap Herjanto. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help