Soal Pemerataan SMA, Warga Tanjungpinang Timur Kritik Pemda Lelet. Ini Jawaban Kadisdik!

Soal Pemerataan SMA, Warga Tanjungpinang Timur Kritik Pemda Lelet. Ini Jawaban Kadisdik!

Soal Pemerataan SMA, Warga Tanjungpinang Timur Kritik Pemda Lelet. Ini Jawaban Kadisdik!
tribunbatam/thom limahekin
Ilustrasi. Gubernur Nurdin menyalami peserta UNBK SMK di Tanjungpinang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Jelang Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2017/2018, warga Kecamatan Tanjungpinang Timur kembali mengeluhkan masalah pemerataan lembaga pendidikan di Kota Tanjungpinang. Mereka menilai pemerintah lelet dalam menyelesaikan masalah ini.

Baca: Heboh! Rumah Megah Juragan Warteg di Tengah Jalan Tol, Kasasinya Ditolak MA. Ini Akan Terjadi!

Baca: Heboh! Ratusan Guru Diminta Pulangkan Dana Sertifikasi, Ini Pemicunya!

Baca: Menyayat Hati! Cerita Saksi Melihat Detik-detik Siswa MTs Terseret Ombak Besar

Hal ini juga disampaikan Amri, aktifis Pencinta Pendidikan Kota Tanjungpinang. Dia menilai, pemerintah lambat dalam menyelesaikan pemerataan pendidikan. Utamanya tingkat SMA di Kota Tanjungpinang.

Karena saat ini SMA di Kota Tanjungpinang masih tertumpu di Kota Lama atau di luar Kecamatan Tanjungpinang Timur. Tepatnya di Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang Barat. Padahal penduduk terbanyak saat ini ada di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

"Jadi kita lihat ada kesenjangan lembaga pendidikan tingkat SMA yang terlalu jauh. Jadi kita minta pemerintah untuk menyelesaikan masalah ini. Terlebih sekarang SMA inikan sudah diambil alih Provinsi. Jadi kita minta ada aksi nyata untuk melakukan pemerataan," katanya, Rabu (17/5).

Memang saat ini, tidak ada SMA Negeri yang berada di kawasan Tanjungpinang Timur. Enam SMA Negeri di Kota Tanjungpinang berada dikawasan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat dan Bukit Bestari.

Sedangkan untuk SMK Negeri, dari empat SMK menang dua diantaranya berada di Kawasan Tanjungpinang Timur. Yakni SMK 4 dibatu 14 perbatasan Tanjungpinang-Bintan Timur dan SMK 3. Namun SMK Negeri 3 yang berada dikawasan Kampung Bulang ini secara geografis lebih dekat ke kawasan Bukit Bestari.

"Ini yang dikeluhkan warga. Kasian warga Tanjungpinang Timur yang ingin masuk SMA Negeri yang tinggal di batu 9 keatas. Anak-anak mereka harus menempuh jarak lumayan jauh untuk sekolah," katanya.

Sementara itu, Pemerintah Kota Tanjungpinang sendiri tidak memiliki kewenangan mengelola SMA sederajat. Karena sudah ditangani Provinsi Kepri. Namun Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang HZ Dadang AG berharap Pemerintah Provinsi Kepri segera menyelesaikan pembangunan gedung Sekolah Menengah Atas (SMA) baru di Jalan Sungai Carang, Batu 13 Arah Tanjunguban, Tanjungpinang Timur. Sehingga gedung sekolah tersebut bisa ditempati. (*)

Berita Terkait Baca Harian Tribun Batam Edisi Kamis (18/5/2017)

Penulis: M Ikhwan
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved