TribunBatam/

Karut Marut Lahan di Batam

Dewan Kawasan Ambil Alih Penanganan IPH dari BP Batam. Masalahnya Sangat Ruwet

Soal IPH ini, tim teknis baru mendapatkan laporan, bahwa IPH yang tercatat di BPN ada 220 ribu. Sementara di BP Batam hanya 40 ribu.

Dewan Kawasan Ambil Alih Penanganan IPH dari BP Batam. Masalahnya Sangat Ruwet
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Suasana Pelayanan di PTSP Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penanganan Izin Peralihan Hak (IPH) diambil alih oleh Dewan Kawasan FTZ dari BP Batam.

Hal ini diungkapkan oleh Sesmenko Perekonomian, Lukita Dinarsyah Towo saat dialog singkat bersama Kadin Batam, Jumat (19/5/2017) sore.

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Ketua Tim Teknis DK-PBPB Batam itu, hal itu dilakukan karena BP Batam tak mampu lagi menyelesaikan persoalan IPH atas lahan-lahan yang ada di Batam.

Menurutnya, persoalan lahan di Batam memang menjadi isu yang tidak mudah diselesaikan.

Mulai dari sisi UWTO, tumpang-tindih kepemilikan, hingga IPH.

Menurut dia, perbaikan dalam persoalan lahan di Batam tidak dapat diselesaikan semudah membalikan telapak tangan.

Soal IPH ini, tim teknis baru mendapatkan laporan, bahwa IPH yang tercatat di BPN ada 220 ribu. Sementara di BP Batam hanya 40 ribu. Berarti ada 180 ribu peralihan yang tidak tercatat oleh BP Batam.

“BP Batam punya kesulitan, apakah biaya IPH ini akan dibebankan kepada pemegang hak terakhir atau dibebankan ke semua pemegang hak selama proses jual beli lahan terjadi. Ini sesuatu yang tidak bisa mereka putuskan. Maka ditarik ke DK," tuturnya.

Hal ini pun tengah dipelajari secara mendalam oleh tim teknis, apakah benar IPH tidak dapat dikeluarkan oleh BP Batam hanya karena alasan tersebut.

"Jadi kita akan lihat secara menyeluruh dulu. Kita akan koordinasi dengan BPN juga. Case by case pasti akan berbeda. Kita akan lihat tipelogi dari isu-isunya soal IPH ini. Dari situ baru kita bisa kasih kebijakan ke BP Batam ini loh solusi-solusinya," ucap Lukita menjawab keluhan para pengusaha yang hadir saat itu.

Halaman
12
Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help