TribunBatam/

Karut Marut Lahan di Batam

Dewan Kawasan Ambil Alih Penanganan IPH dari BP Batam. Masalahnya Sangat Ruwet

Soal IPH ini, tim teknis baru mendapatkan laporan, bahwa IPH yang tercatat di BPN ada 220 ribu. Sementara di BP Batam hanya 40 ribu.

Dewan Kawasan Ambil Alih Penanganan IPH dari BP Batam. Masalahnya Sangat Ruwet
Tribun Batam/Argianto DA Nugroho
Suasana Pelayanan di PTSP Batam 

Sementara itu, Ketua Kadin Batam, Jadi Rajagukguk mengatakan, saat ini industri properti menjadi menopang perekonomian Batam.

Namun sayangnya, para pengusaha yang bergerak di sektor ini merasa dipersulit oleh kebijakan BP Batam, satu diantaranya mengenai pengurusan IPH.

"Kami harap ini bisa masuk ke catatan tim teknis. Kalau pelayanan dari BP Batam tidak ada perubahan juga, kita minta pertimbangkan untuk mencari orang baru yang memahami sejarah dan sistem administrasi di Batam saja," kata Jadi.

Seorang pengusaha properti, Yusmen Liu menambahkan selain kondisi ekonomi makro, lesunya industri properti di Batam dipengaruhi oleh birokrasi yang terlalu kompleks dari BP Batam.

"Pertumbuhan sektor properti 2015 secara makro menurutn. Tapi yang benar-benar terasa di 2016 itu sudah stagnan. Itu karena dipengaruhi ekonomi global, ditambah lagi dari sisi regulatornya yang mempengaruhi. Bukan cuma IPH. Pengurusan fatwa planalogi saja satu tahun prosesnya di BP Batam. Kami punya lima proyek terkendala semua karena itu. Kami mau keluarkan duit untuk proyek itu saja nggak bisa," tutur Yusmen Liu.

Menanggapi keluhan-keluhan tersebut, Lukita pun menjawab diplomatis bahwa Dewan Kawasan masih bekerja untuk mencari solusi terhadap masalah-masalah yang cukup banyak di Batam.

"Semua itu nggak mungkin diselesaikan secepat kilat. Kita juga ingin melihat Batam ini tumbuh lebih cepat daripada daerah lain. Contoh antara BP Batam dengan Pemko Batam, sudah mulai ada proses perpindahan aset. Yang dulu mungkin nggak dilakukan tapi sekarang pelan-pelan dikerjakan, sehingga Pemko juga bisa bekerja sesuai kewenangannya. Agar isu-isu seperti banjir bisa selesai, dengan pengalihan aset itu," ucap Lukita.

Berita Lengkap Baca di Edisi Cetak Trigun Batam, Sabtu, 20 Mei 2017

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help