TribunBatam/

Peringatan Bagi Pedagang yang Suka Timbun Barang. Akan Dibentuk Satgas Pangan

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Tanjungpinang bersama instansi terkait, seperti Pemko, Bea Cukai dan BPPOM akan membentuk Satgas Pangan

Peringatan Bagi Pedagang yang Suka Timbun Barang. Akan Dibentuk Satgas Pangan
KOMPAS.COM
Sembako. Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM.TANJUNGPINANG- Penimbunan bahan pangan jelang lebaran keraap menjadi modus para pengusaha nakal untuk meraup keuntungan.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Tanjungpinang bersama instansi terkait, seperti Pemko, Bea Cukai dan BPPOM akan membentuk Satgas Pangan menyambut Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri.

"Kita nanti tergabung dengan beberapa intansi untuk mengendalikan harga. Beberapa jenis barang yang biasa tidak terkendali, seperti daging, beras, gula, nanti kita awasi betul-betul dengan menggelar razia pasar. Bentar lagi akan kita gelar razia pangan," kata Kapolres Tanjungpinang AKBP Joko Bintoro ditemui dikantoprnya, Jumat (19/5).

Batas maksimal harga dari masing-masing jenis bahan pangan ini telah ditentukan oleh pemerintah.

Oleh karenanya, jika ada beberapa jumlah barang yang melonjak secara tidak wajar, maka Satgas pangan akan melakukan pengkajian dan penyelidikan.

"Kita harus tahu, stok itu terbatas atau seperti apa. Kita selalu mendapatkan laporan dari intel yang menangani ekonomi soal perkembangan harga di pasaran. Tindakan tegas juga akan saya lakukan jika ada yang coba main-main,” ungkapnya.

Satgas Pangan hingga kini memang belum dibentuk. Pihaknya menunggu kordinasi dari Walikota Tanjungpinang yang akan mengeluarkan SK.

Setelah keputusan dari walikota dikeluarkan, maka tim Satgas Pangan akan menjalankan tugasnya.

Kapolres menuturkan, Satgas ini nantinya juga akan mengawasi peredaran barang-barang kadaluarsa.

"Nanti BPOM yang mengecek langsung peredaran barang yang layak dan tidak dikonsumsi. Seperti minuman kaleng, jangan sampai yang kadaluarsa tahun lalu dijual lagi. Banyak macamnya. Kita juga sudah mengantongi nama-nama yang memiliki izin pemasok barang sembako. Kita awasi betul. Misalkan beras, biasanya mereka punya toko juga, jangan sampai nih mereka nimbun dan dikeluarkan saat barang sudah langka," katanya.

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help