TribunBatam/

Presiden Duterte Tandatangani Aturan Larangan Merokok di Tempat Umum

Presiden Duterte pun memperkuat beberapa penegakan kebijakan anti-tembakau, sejalan dengan regulasi tersebut

Presiden Duterte Tandatangani Aturan Larangan Merokok di Tempat Umum
Handout / PPD / AFP
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menandatangani sebuah perintah eksekutif yang memberlakukan larangan merokok di tempat umum secara lebih luas.

Presiden Duterte pun memperkuat beberapa penegakan kebijakan anti-tembakau, sejalan dengan regulasi tersebut. 

Merokok dan menjual rokok akan dilarang di semua tempat umum tertutup, dan juga berjarak 100 meter dari gedung sekolah, taman, dan area lain di mana anak berkumpul.

Hal itu tertuang dalam perintah yang dipublikasikan, Kamis (18/5/2017) seperti dikutip kantor berita AFP.

Disebutkan, regulasi itu akan segera berlaku dalam tempo 60 hari ke depan. 

Baca: ALAMAK! Duterte Ancam Penggal Kepala Para Penentang Perang Melawan Narkoba

Baca: Mantan Menteri India Ini Baru Lulus SMA di Penjara, di Usia 82 Tahun

Saat melakoni masa kampanye pemilihan presiden, Duterte memang berjanji bahwa segera setelah menjadi presiden, dia akan menegakkan aturan pelarangan rokok di Filipina.

Dia menyatakan bakal menyusun serangkaian aksi dan kebijakan untuk menciptakan kapatuhan dan ketertiban di tengah warga Filipina.

Selain merokok, juga ada regulasi berupa larangan atas kegiatan menyanyi karaoke di malam hari, dan larangan penjualan minuman keras setelah pukul dua dinihari.

Rifath Sharook dan satelit KalamSat ciptaannya.
Rifath Sharook dan satelit KalamSat ciptaannya. (KOMPAS.com)

Baca: HEBAT! Remaja India Ini Ciptakan Satelit Teringan di Dunia dan Dipakai NASA

Namun, kedua regulasi itu belum akan diimplementasikan.

Sebelumnya, Pemerintah Filipina juga sudah memiliki larangan untuk iklan produk tembakau dan merokok di tempat umum dalam ruangan.

Dalam undang-undang juga mewajibkan produsen memuat gambar grafis tentang bahaya kesehatan akibat merokok. Gambar itu harus dicetak pada kemasan rokok. (*)

Editor: Mairi Nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help