TribunBatam/

Sering Salah Kaprah. Ternyata Ini Suhu AC Ideal Pada Ruangan

Kalau memakainya sesuai kebutuhan, tak berlebihan, tidak akan sampai membuat kantong jebol. Otomatis, efeknya terhadap lingkungan pun bisa terkendali.

Sering Salah Kaprah. Ternyata Ini Suhu AC Ideal Pada Ruangan
IDEA
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM -  Perkara sejuk dan dingin ini tercetus dari Sales Director LG Electronics, Budi Setiawan. Katanya, orang Indonesia sering sekali salah kaprah.

Pasang AC untuk membuat ruangan jadi dingin, jadilah temperatur diatur ke derajat paling rendah.

Padahal, tujuan pemasangan AC seharusnya adalah untuk membuat ruangan jadi sejuk, bukan dingin. "Akhirnya jadi boros listrik, kan?," ujarnya.

Semakin rendah suhu yang kita atur,  sudah pasti semakin besar pula energi listrik yang dikonsumsi oleh AC.

Lantas, berapa suhu yang tepat untuk sebuah ruangan dikatakan sejuk? "24 sampai 25 derajat," jawab Budi.

Bahkan untuk beberapa orang mungkin lebih tinggi, 26 derajat pun masih nyaman untuk suhu dalam kamar. Lagi pula, suhu terlampau rendah, apalagi sampai 18 derajat juga tidak baik untuk kesehatan.

Memang benar, bahwa AC adalah salah satu piranti rumah tangga yang paling banyak mengonsumsi listrik.

Baca: TERUNGKAP. Begini Caranya Agar ASI Melimpah Tanpa Konsumsi Suplemen

Baca: Tak Bisa Sembarangan. Begini Mekanisme Ditjen Pajak Bisa Intip Isi Rekening Nasabah

Baca: ASTAGA. Saat Hotel Digrebek, 30 Pasangan Mesum Berhasil Diciduk

Tapi hidup di negara tropis seperti Indonesia, dengan suhu setiap hari sepanas di Jakarta atau kota besar lainnya, tanpa AC apa jadinya? Itu sebabnya, kita harus lebih bijak menggunakan AC.

Kalau memakainya sesuai kebutuhan, tidak berlebihan, tidak akan sampai membuat kantong jebol. Otomatis, efeknya terhadap lingkungan pun bisa lebih terkendali.

Jadi jangan salahkan AC-nya, tapi kebiasaan kita yang mungkin membuat biaya listrik membengkak. Apalagi sekarang sudah banyak sekali produk AC berteknologi hemat listrik.

Bijaklah memilih dan menggunakan AC dan piranti elektronik lainnya, kalau tidak mau pusing karena biaya listrik yang melangit. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Idea
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help