Taruna Akpol Terbunuh

Terungkap! Inilah Hasil Autopsi Mohammad Adam Taruna Akpol yang Tewas di Kampus!

Terungkap! Inilah Hasil Autopsi Mohammad Adam Taruna Akpol yang Tewas di Kampus!

Terungkap! Inilah Hasil Autopsi Mohammad Adam Taruna Akpol yang Tewas di Kampus!
Kompas/P Raditya Mahendra Yasa
Ilustrasi. Sebanyak 465 perwira Polri mengikuti upacara Pelantikan Perwira Polri tahun 2010 di Akademi Kepolisian, Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (16/12/2010) oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. | 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG-Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Semarang, Brigadir Dua Taruna (Brigdatar) Mohammad Adam, meninggal di RS Akpol, Kamis (18/5) pagi. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh seniornya. Hasil visum menunjukkan, terdapat lebam di dada taruna tingkat dua itu.

Baca: Taruna Akpol Tewas Setelah Apel Malam, Korban Alumni SMA Ini

Baca: Heboh! Ada Suami Palsu Ada Istri Palsu, Begini Komplotan Kredit Fiktif Bobol 11 Unit BRI!

Baca: Ehem! Gigolo di Bali Ungkap Perilaku Kliennya, Tak Cuma Begituan Tapi Juga Minta Begini!

"Korban meninggal saat tiba di Rumah Sakit Akpol. Saat ini masih proses autopsi di RS Bhayangkara Semarang," kata Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, dalam konferensi pers di Mapolda Jateng, Kamis sore.

Condro menduga, taruna kelahiran Padang 20 Juni 1996 itu meninggal usai menjadi korban pemukulan. Saat ini, polisi masih memeriksa 21 taruna berkait dengan insiden tersebut. "Hasilnya akan kami sampaikan besok (Jumat hari ini--Red)," kata Condro.

Dia menuturkan, korban sempat menghadiri apel, pada Rabu (17/5) malam. "Seusai apel, kami belum tahu ada kegiatan lain atau tidak. Itu yang masih dalami," katanya.

Brigdatar Adam masuk dalam satuan enam, pengiriman dari Polda Maluku. Alumnus SMA Negeri 29 Jakarta itu tercatat sebagai warga Jalan Penghulu, Cipulir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Adam merupakan putra pasangan Asiandri Umar dan Adria Nova.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Djarod Padakova menambahkan, ada dua barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian, yakni berupa kopel atau sabuk dan tongkat plastik sepanjang 20 sentimeter. Kedua benda itu ditemukan di lokasi kejadian, yaitu flat A, yang merupakan ruangan kosong.

"Di flat A, ruangan kosong yang disebut gudang, berkumpulnya di situ. Kopel milik siapa belum tahu," kata Djarod.

Halaman
12
Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved