ALAMAK! Gara-gara Tangkap Cacing, Pria Ini Ditahan dan Terancam Hukuman Penjara 10 Tahun

Dedi mengatakan akan menjamin kehidupan keluarga Didin, termasuk membantu biaya sekolah anak Didin yang masih berusia 8 tahun

ALAMAK! Gara-gara Tangkap Cacing, Pria Ini Ditahan dan Terancam Hukuman Penjara 10 Tahun
KOMPAS.com/Dok Dedi Mulyadi
Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi saat menengok Didin di ruang tahanan Polres Cianjur, Sabtu (20/5/2017). Didin ditangkap karena mengambil cacing 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi meminta aparat menangkap pemesan cacing terhadap Didin, warga Kampung Rarahan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur.

Didin ditangkap dan diancam 10 tahun penjara karena menangkap cacing di Gunung Gede Pangrango.

Usai menengok Didin dan keluarganya di Cianjur, Dedi menjelaskan kronologi penangkapan terhadap Didin. Awalnya, kata Dedi, Didin yang biasa mencari cacing untuk obat, dipesan seseorang untuk mencari cacing dalam jumlah banyak. Cacing tersebut akan dibeli Rp 40.000 per ekor.

Didin yang rumahnya menumpang di kebun orang lain itu pun tergiur. Dia mencari cacing di kawasan konservasi Gunung Gede Pangrango dan mendapat 75 ekor cacing.

Baca: Mata Kanan Novel Baswedan Sudah Bisa Melihat, Meski Masih Buram

Baca: Real Madrid atau Barcelona Juara La Liga? Ini Dia Siaran Langsung Sepakbola Hari Ini

"Setelah itu, Didin kembali beraktivitas berjualan kupluk untuk menunggu si pemesan. Namun saat pulang ke rumah, dia sudah disambut aparat dan langsung ditangkap," jelas Dedi kepada Kompas.com melalui sambungan telepon,Sabtu (20/5/2017) sore.

Menurut Dedi, Didin memang salah karena menangkap cacing yang bisa mengganggu keseimbangan ekosistem di kawasan itu, namun, proses hukum bagi Didin harus ditegakkan secara adil.

"Yang aneh dan jadi pertanyaan adalah mengapa si pemesannya belum ditangkap. Didin itu mencari cacing karena dipesan. Maka si pemesan pun harus ditangkap," tegas Dedi.

Selain itu, kata Dedi, kasus Didin itu terbilang kecil. Justru ada kasus yang lebih besar lagi ketika puluhan hektar hutan rusak akibat ulah orang besar.

Halaman
1234
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved