Rapat Dengan DPRD, Wakapolres Berang Karena Ditanya Hal Ini. Nyebut Seperti Dihakimi!

Rapat Dengan DPRD, Wakapolres Berang Karena Ditanya Hal Ini. Nyebut Seperti Dihakimi!

Rapat Dengan DPRD, Wakapolres Berang Karena Ditanya Hal Ini. Nyebut Seperti Dihakimi!
Tribun Medan/Array
Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja didampingi sejumlah perwira saat menghadiri RDP di Komisi A DPRD Sumut terkait penangkapan aktivis mahasiswa, Selasa (22/5/2017) 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, MEDAN-Wakapolrestabes Medan, AKBP Tatan Dirsan Atmaja sempat berang saat hadir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi A DPRD Sumut terkait kasus penangkapan sejumlah aktivis mahasiswa.

Ketika berdialog, Tatan yang duduk di samping Kasat Reskrim Polrestabes Medan, AKBP Febriansyah merasa dirinya dihakimi anggota dewan.

"Dari tadi kami merasa dihakimi. Kami ini seperti disidang,"kata Tatan dengan nada tinggi pada Ketua Komisi A DPRD Sumut, Fernamdo FL Simanjuntak, Selasa (23/5/2017).

Kemarahan Tatan ini berawal saat anggota Komisi A mempertanyakan penggerebekan sejumlah sekretariat aktivis.

Kemudian, anggota Komisi A juga mempertanyakan apa alasan polisi menangkap mahasiswa yang tidak bersalah.

"Kami belum bicara, tapi kami sudah divonis salah. Ini bukan dialog namanya,"ujar Tatan kesal.

Dalam RDP tersebut, sejumlah aktivis mahasiswa termasuk tim advokasi dari KontraS, KORAK dan LBH Medan turut hadir.

Suasana sempat kembali riuh ketika AKBP Febriansyah mengatakan penangkapan dilakukan karena mahasiswa yang dipanggil tidak hadir. Polisi terpaksa melakukan tindakan (penangkapan) terhadap aktivis mahasiswa.

Sampai saat ini, dialog di Komisi A masih berlanjut. Saling adu argumen kerap terdengar baik dari anggota dewan maupun polisi. (*)

Editor:
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved