Donald Trump Disambut Unjuk Rasa Saat Datang ke Belgia. Ini yang Terjadi

Ribuan demonstran itu memenuhi alun-alun pusat kota Brussles hanya beberapa jam setelah Air Force One yang membawa Trump mendarat

Donald Trump Disambut Unjuk Rasa Saat Datang ke Belgia. Ini yang Terjadi
ERIC FEFERBERG
Ribuan orang berunjuk rasa di Brussels, Belgia, pada Rabu (24/5/2017), untuk menentang kunjungan Presiden Donald Trump ke negara itu. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BRUSSELS - Ribuan pengunjuk rasa membawa patung Donald Trump dalam sebuah pawai di kota Brussels, Belgia, Rabu (24/5/2017), setelah Presiden AS itu tiba untuk melakukan pertemuan dengan petingi Uni Eropa dan NATO.

"Trump tidak diterima" demikian tulisan di spanduk yang melambai-lambai di tengah massa demonstran, yang menurut polisi berjumlah 9.000 orang dan penyelenggara sebut 12.000 orang.

"Dia pernah menyebut Brussels sebagai neraka dan sekarang dia datang ke sini seperti seorang penakluk," kata pengunjuk rasa sayap kiri, Yannick Blaise kepada kantor berita Perancis, Agence France-Presse.

Trump pernah memicu kemarahan publik di Eropa setelah ia menjuluki Brussels – memakai kata-kata penuh amarah – dengan kata-kata "like living in a helhole", seperti dilaporkan Bussines Insider.

Baca: ADA APA? Pendiri Twitter Minta Maaf karena Bantu Donald Trump Jadi Presiden AS

Baca: Bawahan Membantah Donald Trump Malah Mengaku Berbagi Info dengan Rusia Lewat Twiter

Julukan terhadap Brussels seperti lubang neraka itu dilontarkan Trump untuk menggambarkan situasi yang kacau balau akibat masuknya imigran pada Januari 2016.

Dua bulan kemudian, Maret 2016, kata-kata Trump itu seakan-akan mendapat pembenarannya oleh aksi bom bunuh diri dua yang menewaskan 32 orang di Brussels, ibu kota Belgia dan Uni Eropa itu.

Ribuan demonstran itu memenuhi alun-alun pusat kota Brussles hanya beberapa jam setelah Air Force One yang membawa Trump mendarat untuk mengadakan perundingan dengan sekutunya.

Trump bertemu dengan Raja Belgia Philippe dan Ratu Mathilde, lalu mengadakan pembicaraan dengan Perdana Menteri Charles Michel.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved