Semarak Ramadan

Pemko Tanjungpinang Dikritik Karena Buat Aturan Rumah Makan Tak perlu Pakai Tirai.

Rumah makan sengaaja dibuka supaya orang malu. tapi nyatanya tak malu. Efeknya anak-anak kita bermasalah dalam menjalankan ibadan puasa

Pemko Tanjungpinang Dikritik Karena Buat Aturan Rumah Makan Tak perlu Pakai Tirai.
Istimewa
Ilustrasi rumah makan 

Laporan Mhd Munirul Ikhwan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang mengeluarkan kebijakan dengan membolehkan Rumah Makan, Kedai Kopi tetap buka penuh selama Bulan Ramadan 1438 Hijriyah.

Rumah makan, kedai kopi juga dilarang dipasangi tirai penutup. Namun pemilik juga wajib memasang sepanduk berisi himbauan untuk menghormati umat muslim yang sedang berpuasa.

Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Walikota Tanjungpinang Nomor 331.1/481/6.2.01/2017.

Aturan tersebut menuai kritikan dari elemen masyarakat.

Mereka menilai kebijakan tersebut kurang baik. Harusnya rumah makan tetap ditutupi menggunakan tirai. Begitu juga dengan lauk pauk yang dipajang.

Seperti, disampaikan Ade Angga Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang. Menurutnya rumah makan seharusnya dipasangi tirai.

Hal tersebut justru sebagai bentuk penghormatan pada bulan puasa. Dengan begitu, nuansa bulan Ramadan juga lebih terasa dari pada tetap dibuka tampa tirai.

"Kita juga meminta Satpol PP tegas menegakkan aturan selama Ramadan," katanya, Kamis (25/5).

Senada disampaikan, Mubaligh dan juga Ketua Baznas Kota Tanjungpinang Muqtafin. Ia juga mengkeritisi kebijakan tersebut.

Menurutnya anak-anak justru sering mengeluhkan rumah makan yang dibuka tanpa penutup saat puasa.

Apalagi lauk pauk dipajang di rumah makan tanpa tirai. Hal tersebut tidak baik, bagi anak-anak yang masih dalam tahap belajar berpuasa.

"Rumah makan sengaaja dibuka supaya orang malu. tapi nyatanya tak malu. Efeknya anak-anak kita bermasalah dalam menjalankan ibadan puasa," katanya, saat menyampikan sabutan pada pawai menyambut Ramadan yang dilaksanakan JSIT.

Menanggapi hal tersebut Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan keputusan tersebut diambil setelah menerima masukan dari berbagai pihak seperti MUI, Kemenang dan Ormas.

"Kalau kita tutup kita tirai sama saja memberikan tempat orang tak berpuasa. Memang ada manfaat dan mudorotnya. Tapi kita menilai mudorotnya lebih banyak ketika dipasang tirai," kata Lis. 

Penulis: M Ikhwan
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help