Beli Ginjal Rp 77 Juta, Lalu Dijual Rp 531 Juta. Dua Warga Kamboja Ini Ditangkap

Hal ini dikatakan Keo Thea, Kepala Polisi Unit Anti-Perdagangan Manusia Kota Phnom Penh, seperti dikutip AFP, Jumat (26/5/2017)

Beli Ginjal Rp 77 Juta, Lalu Dijual Rp 531 Juta. Dua Warga Kamboja Ini Ditangkap
KOMPAS.com/Thinkstockphotos
Ilustrasi cuci darah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PHNOM PENH - Dua warga Kamboja ditangkap karena melakukan perdagangan pendonor organ ke India, untuk transplantasi ginjal ilegal senilai puluhan ribu dollar Amerika Serikat.

Dua warga Phnom Penh yang terdiri dari seorang pria dan seorang wanita itu, ditangkap Rabu (24/5/2017), karena terkait dengan setidaknya 10 kasus perdagangan ginjal selama setahun terakhir.

Hal ini dikatakan Keo Thea, Kepala Polisi Unit Anti-Perdagangan Manusia Kota Phnom Penh, seperti dikutip AFP, Jumat (26/5/2017).

Para tersangka membayar 5.800 dollar AS untuk pendonor ginjal asal Kamboja.

Baca: Tubuh Pelaku Bom Bunuh Diri di Manchester Terlempar Jauh

Baca: Teroris ISIS Klaim Lakukan Serangan Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu

Lalu, mereka mengutip biaya sebesar 40.000 dollar AS dari pasien, untuk eksekusi transplantasi.

Nilai itu setara dengan Rp 77 juta untuk membayar pendonor, dan mendapatkan uang Rp 531 juta dari pasien untuk transplantasi.

"Pencangkokan ginjal dilakukan di India," kata Keo Thea.

Ia menambahkan, pasien yang menerima ginjal pun berasal dari Kamboja.

Halaman
12
Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help