Jika Kalian Melawan, Kalian Akan Mati, Ancam Duterte kepada Milisi Maute

Kekerasan pertama kali terjadi Selasa lalu setelah tentara menggerebek tempat persembunyian Isnilon Hapilon, mantan komandan militan Abu Sayyaf

Jika Kalian Melawan, Kalian Akan Mati, Ancam Duterte kepada Milisi Maute
AFP/ TED ALJIBE
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MARAWI - Serangan milisi Maute, sayap ISIS di Asia Tenggara berbasis di Marawi, Mindanao, Filipina selatan, menewaskan 21 orang.

Para korban, kata seorang juru bicara militer, Kolonel Edgard Arevalo, terdiri dari 13 militan dan lima tentara.

Aparat lain menambahkan, seorang petugas keamanan dan dua polisi juga tewas, termasuk komandan polisi yang tewas karena dipenggal.

"Sedikitnya 21 orang tewas dalam pertempuran itu," kata beberapa pejabat, seperti dilaporkan Associated Press dari Mindanao, yang diteruskan The Guardian, Kamis (25/5/2017).

Polisi mengatakan, milisi sayap ISIS itu selain menculik seorang pastor Katolik, 10 jemaat, dan tiga stafnya, juga membakar satu gereja Protestan dan memenggal seorang komandan polisi dalam serangan ke Marawi dan Malabang.

Baca: Hadapi Militan Maute yang Serbu Kota Marawi, Tentara Filipina Gunakan Helikopter Tempur

Baca: Donald Trump Puji Tindakan Duterte dalam Memerangi Narkoba di Filipina

Ratusan militan yang melakukan penyerangan juga mengibarkan bendera ISIS.

Kelompok ini mulai menyebarkan tentaranya ke belahan lain dunia setelah melemah di Irak dan Suriah.

Ketika detail serangan di Marawi muncul, ketakutan menyebar di negara berpenduduk pemeluk Katolik Roma terbesar di Asia Tenggara itu karena terkesan sayap ISIS di bagian selatan menguat.

Halaman
12
Editor: nandrson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved