AirNav Mulai Ambil Alih Kontrol Langit Batam dan Kepri Mulai Tahun Ini

Ruang udara blok ABC dikendalikan oleh Singapura dan Malaysia, ketika dua negara tersebut masih di bawah jajahan Inggris, atau sejak tahun 1946.

AirNav Mulai Ambil Alih Kontrol Langit Batam dan Kepri Mulai Tahun Ini
tribunnews batam/yusuf riyadi
Sejumlah maskapai penerbangan saat terparkir di Appron Bandara Internasional hang Nadim Batam, belum lama ini. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengambilalihan ruang udara Blok ABC milik Indonesia yang masih dikuasai Singapura dan Malaysia direncanakan rampung pada tahun 2019.

Direktur Operasional Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Wisnu Daryono menargetkan, tahun ini, pihaknya sudah dapat mengelola penerbangan di Blok ABC yang ketinggiannya di bawah 20.000 kaki.

"Secara bertahap, tahun ini kami sudah mengambil wilayah sekitar 20.000 kaki ke bawah. Mudah-mudahan tahun ini beres, penerbangan di bawah 20.000 kaki diatur AirNav Indonesia," kata Wisnu, kepada Kompas.com, Sabtu (27/5/2017).

Adapun ruang udara blok ABC berada di atas Kepulauan Riau yang meliputi Batam, TanjungPinang, Karimun, dan Natuna.

Ruang udara blok ABC dikendalikan oleh Singapura dan Malaysia, ketika dua negara tersebut masih di bawah jajahan Inggris, atau sejak tahun 1946.

Saat ini, kata dia, AirNav Indonesia tengah meningkatkan pelayanan di Natuna dari Aeronautical Flight Information Services (AFIS) menjadi Area Aerodrome Control (ADC) dan Approach Control (APP).

Kegiatan ini ditargetkan rampung akhir tahun ini. "Sampai tahun depan menjadi terminal control area sambil melakukan proses-proses komunikasi dengan Singapura dan organisasi penerbangan internasional," kata Wisnu.

Penguasaan ruang udara secara penuh ini akan meningkatkan martabat Indonesia sebagai negara yang berdaulat.

Tingginya harga diri Indonesia di mata dunia ini melebihi keuntungan dari sektor lain yang akan didapat, contohnya ekonomi.

Penguasaan ruang udara Blok ABC ini juga akan membawa dampak yang besar terhadap pendapatan negara dari segi ekonomi.

Yakni melalui pemasukan atas lalu lintas pesawat komersil.

"Selama ini izin ATC Clearance itu dari Sinvapura, kalau kami ambil alih, AirNav Indonesia yang akan melayani. Tidak perlu lagi minta izin Singapura," kata Wisnu.

Berita ini sudah dimuat di Kompas.com dengan judul: AirNav Kelola Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki di Batam Tahun Ini

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2017/05/27/180000726/airnav.kelola.penerbangan.di.bawah.20.000.kaki.di.batam.tahun.ini

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help