Tahun Ini ATC Hang Nadim Tangani Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki, Tak Perlu Singapura!

Tahun Ini ATC Hang Nadim Tangani Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki, Tak Perlu Singapura!

Tahun Ini ATC Hang Nadim Tangani Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki, Tak Perlu Singapura!
KOMPAS.com/ANDRI DONNAL PUTERA
Suasana di dalam Operation Room Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC) Airnav Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (5/7/2016). Pekerja di ruangan ini tetap bekerja saat Lebaran 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Perjuangan "merebut" kendali atas udara Batam dan sekitanya berbuah.

Mulai tahun ini, ATC Bandara Hang Nadim Batam menangani pengelolaan penerbanggan di bawah 20.000 kaki.

Pengambilalihan ruang udara Blok ABC milik Indonesia yang masih dikuasai Singapura dan Malaysia direncanakan rampung pada tahun 2019.

Baca: Mengejutkan! Inilah Menu Sahur Keluarga Agus Yudhoyono. Ini Penampakannya!

Baca: Terungkap! Di Negara Ini Umat Islam Berpuasa Hampir Sehari Semalam, Persisnya 23 Jam!

Direktur Operasional Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) atau AirNav Indonesia Wisnu Daryono menargetkan, tahun ini, pihaknya sudah dapat mengelola penerbangan di Blok ABC yang ketinggiannya di bawah 20.000 kaki.

"Secara bertahap, tahun ini kami sudah mengambil wilayah sekitar 20.000 kaki ke bawah. Mudah-mudahan tahun ini beres, penerbangan di bawah 20.000 kaki diatur AirNav Indonesia," kata Wisnu, kepada Kompas.com, Sabtu (27/5/2017).

Adapun ruang udara blok ABC berada di atas Kepulauan Riau yang meliputi Batam, Tanjung Pinang, Karimun, dan Natuna. Ruang udara blok ABC dikendalikan oleh Singapura dan Malaysia, ketika dua negara tersebut masih di bawah jajahan Inggris, atau sejak tahun 1946.

Saat ini, kata dia, AirNav Indonesia tengah meningkatkan pelayanan di Natuna dari Aeronautical Flight Information Services (AFIS) menjadi Area Aerodrome Control (ADC) dan Approach Control (APP).

Kegiatan ini ditargetkan rampung akhir tahun ini. "Sampai tahun depan menjadi terminal control area sambil melakukan proses-proses komunikasi dengan Singapura dan organisasi penerbangan internasional," kata Wisnu.

Penguasaan ruang udara secara penuh ini akan meningkatkan martabat Indonesia sebagai negara yang berdaulat. Tingginya harga diri Indonesia di mata dunia ini melebihi keuntungan dari sektor lain yang akan didapat, contohnya ekonomi.

Penguasaan ruang udara Blok ABC ini juga akan membawa dampak yang besar terhadap pendapatan negara dari segi ekonomi.

Yakni melalui pemasukan atas lalu lintas pesawat komersil. "Selama ini izin ATC Clearance itu dari Sinvapura, kalau kami ambil alih, AirNav Indonesia yang akan melayani. Tidak perlu lagi minta izin Singapura," kata Wisnu. (*)

Berita ini telah tayang di Kompas.com dengan judul AirNav Kelola Penerbangan di Bawah 20.000 Kaki di Batam Tahun Ini

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help