BATAM TERKINI

Selama Lima Bulan, 34 Perusahaan di Batam Tutup. Ribuan Buruh Di-PHK

Angka pertumbuhan ekonomi terjun bebas menjadi 2,5 persen. Banyak perusahaan, termasuk perusahaan pionir di Batam tutup.

Selama Lima Bulan, 34 Perusahaan di Batam Tutup. Ribuan Buruh Di-PHK
facebook/Alan
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Batam mati suri. Pernyataan bernada pesimistis itu acap kali terdengar baik dari kalangan pengusaha maupun masyarakat. Tidak berlebihan rasanya menggambarkan kondisi perekonomian Batam sekarang ini.

Bagaimana tidak. Angka pertumbuhan ekonomi terjun bebas menjadi 2,5 persen. Banyak perusahaan, termasuk perusahaan pionir di Batam tutup. Jangankan untuk mencari pekerjaan, pemutusan hubungan kerja (PHK) justru kian banyak.

Rudi Sakyakirti, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam mengakui lesunya perusahaan di Batam. Data yang diterima Disnaker Batam terhitung Januari sampai Mei 2017, ada 34 perusahaan tutup.

"Dari 34 perusahaan tersebut, ada sekitar 8.89 orang karyawan yang sudah di-PHK," ujar Rudi yang ditemui Tribun di kantornya, Rabu (24/5/2017).

Baca: Gurih dan Lezatnya Nasi Ayam Medan Cocok Untuk Buka Puasa

Baca: Ikut Sidak ke Pasar, Begini Pesan Kepala Disperindag Batam Pada Penjual

Baca: Satgas Mafia Pangan Sidak Tiga Pasar di Batam. Ini Hasilnya

Pada triwulan pertama, sebanyak 23 perusahaan yang tutup. Jadi, dalam kurun waktu dua bulan sebanyak 11 perusahaan tutup atau hengkang dari Batam.

Rudi mengatakan, setiap perusahaan yang tutup akibat tidak ada order produksi. Karena sepi order, perusahaan mengalami rugi, sehingga mereka mengambil keputusan untuk tutup.

"Untuk saat ini ini masih sekitar 34 perusahaan yang sudah melaporkan ke Disnaker. Kita tidak mengetahui selanjutnya, ada berapa lagi perusahaan yang akan tutup. Mudah-mudahan tidak ada lagi," ujarnya.

McDermott adalah salah satu perusahaan besar dan termasuk pionir di Batam. Di masa jayanya, perusahaan ini mempunyai ribuan karyawan, bahkan bisa beroperasi 24 jam dengan sistem shift atau lebur.

Dalam beberapa tahun terakhir jumlah karyawan di perusahaan tersebut semakin menyusut. Kebijakan merumahkan karyawan berangsur-angsur dilakukan menyusul kian sepinya order yang masuk di perusahaan metal tersebut.

Dengan berbagai fasilitas yang diberikan kepada karyawannya, perusahaan sejak dua-tiga tahun terakhir secara bergelombang merumahkan ribuan karyawannya. Secara kasat mata, antrean karyawan saat jam pulang kerja tidak lagi terasa di wilayah Batuampar. Padahal, padahal sekitar lima tahun lalu, rombongan karyawan tampak mengular dan memenuhi jalananan hingga berjam-jam lamanya.

Memang itu semua tak hanya karyawan McDermott. Namun, kondisinya nyaris tak sebanding lagi dengan padatnya arus pekerja saat itu karena perusahaan-perusahaan besar lainnya yang berlokasi di Batuampar juga mengalami hal serupa. Terpaan krisis order, membuat mereka juga memutus hubungan kerja bagi ribuan karyawannya. Sebut saja Profab dan lain-lainnya. (koe/als)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved