BATAM TERKINI

Banyak Perusahaan di Batam Tutup Tapi Investasi Menguat, Begini Analisa Bank Indonesia

Meski di Batam banyak perusahaan yang tutup, dari data Bank Indonesia, investasi sendiri justru menguat pada triwulan I 2017.

Banyak Perusahaan di Batam Tutup Tapi Investasi Menguat, Begini Analisa Bank Indonesia
KOMPAS
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM -  Pada Triwulan I 2017, perekonomian Provinsi Kepri mengalami perlambatan.

Pertumbuhan ekonomi di Kepri hanya mencapai 2,02 persen (yoy), atau lebih rendah dibanding pertumbuhan triwulan IV 2016 sebesar 5, 24 persen (yoy)‎.

Menurut Kepala Bank Indonesia Kpw Kepri, Gusti Raizal Eka Putra, melambatnya kondisi ekonomi Kepri itu dipengaruhi banyak hal.

Misalkan saja, ‎dari sisi permintaan, perlambatan ekonomi triwulan I dipengaruhi oleh penurunan net ekspor dan konsumsi pemerintah. 

"Net ekspor mencatatkan kontraksi 6,92 persen (yoy) terutama bersumber dari penurunan ekspor antar wilayah. Konsumsi pemerintah mengalami kontraksi 5, 26 persen (yoy) dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 0,29 persen (yoy), dikarenakan tertundanya proses pengesahan APBD sehingga mempengaruhi realisasi belanja yang saat ini baru sebesar 8,8 persen," tuturnya. 

Baca: Sulam Alis Semi Permanen Cantik dan Trendi

Baca: Pentol Khas Jatim Dipadu Saos Bangkok. Pas Untuk Camilan Buka Puasa

Baca: Nekat, Maling Preteli Bahan Bangunan Perumahan Putra Jaya. Ini Tindakan Pengembang

Namun demikian, ia menyebutkan bahwa perlambatan ekonomi yang lebih dalam dapat tertahan oleh pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 6,95 persen (yoy) tumbuh dibanding triwulan sebelumnya sebesar 6,12 persen (yoy),ditopang perayaan Hari Raya Imlek, Cap Go Meh dan penurunan tingkat pengangguran.

Meski diinformasikan banyak perusahaan-perusahaan yang tutup, dari data Bank Indonesia, investasi sendiri justru menguat pada triwulan I 2017.

"Investasi tumbuh 4, 87 persen (yoy) menguat dibanding triwulan sebelumnya yang hanya 3,11 persen (yoy)," katanya.

Investasi itu menguat dengan realisasi terbesar merupakan ‎investasi pada sektor industri serta pembangunan perumahan dan hotel‎.

Sedangkan dari sisi lapangan usaha, perlambatan ekonomi terutama bersumber dari penurunan kinerja sektor industri pengolahan dan pertambangan.

Sektor industri pengolahan mengalami kontraksi 0, 23 persen (yoy), kontraksi menurun dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,22 persen (yoy) akibat tingkat permintaan yang masih rendah khususnya pada industri pendukung migas, kapal,dan besi baja. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak, Rabu 31 Mei 2017

Penulis: Anne Maria
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved