Didakwa Pekerjakan Orang Secara Ilegal, Juari dan Zulkifli Hanya Bisa Menangis di Sidang

Jurari ditawari pekerjaan oleh Kusnadi (DPO) yang merupakan bos mereka, untuk merekrut orang untuk bekerja membersihkan kapal tanker di laut OPL

Didakwa Pekerjakan Orang Secara Ilegal, Juari dan Zulkifli Hanya Bisa Menangis di Sidang
Ahmad Jurari dan Zulkifli menjadi terdakwa dalam kasus tenaga kerja ilegal di PN Batam, Selasa (30/5/2017). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Ahmad Jurari alias Kulu dan Zulkifli hanya bisa menangis di depan majelis hakim di Ruang Sidang Tirta, Pengadilan Negeri Batam, Batam Center. Selasa (30/5/2017).

Keduanya dijadikan terdakwa karena membawa sebanyak 28 orang TKI untuk dipekerjakan ke luar negeri secara ilegal.

Keduanya diamankan di Tanjunguma, Selasa (6/12/2017) oleh jajaran TNI AL saat empat speed boat baru berlayar 15 menit menuju OPL.

Awalnya, Jurari ditawari pekerjaan oleh Kusnadi (DPO) yang merupakan bos mereka, untuk merekrut orang untuk bekerja membersihkan kapal tanker di laut OPL (Out Port Limit).

Pada 3 Desember 2016, terdakwa menghubungi saksi Daniel Manik melalui handphone untuk menawarkan bekerja sebagai pembersih tanki minyak kapal di OPL dan meminta mencari teman yang mau bekerja juga.

Setelah Daniel dan tiga orang temannya setuju untuk bekerja, kemudian mereka berangkat menuju Pelabuhan Tanjunguma dan berkumpul di gudang speedboat milik terdakwa Zulkifli.

Selasa, 6 Desember 2016, terdakwa mencari calon tenaga kerja lainnya untuk pekerjaan yang sama, dengan cara menghubungi saksi Izwan Fazena yang berada di Tanjungbalai Karimun dengan upah Rp.150 ribu per hari.

Izwan pun mengajak lima orang temannya, tiket kapal di tanggung oleh terdakwa.

Setelah sampai di Batam, mereka berkumpul di Pelantar Tanjunguma menunggu keberangkatan.

Sekira pukul 22.30 WIB, Zulkifli menghubungi Kusnadi bahwa mereka suap berangkat.

Zulkifli yang sudah bekerjasama dengan Kusnadi selama lima tahun lebih diminta untuk menyiapkan kapal atau speedboat dan kemudian berangkat ke OPL.

Namun, baru berlayar 15 menit, kapal patroli Sea Rider TNI AL memerintahkan 3 nakhoda kapal speed boat yang membawa calon tenaga kerja sebanyak 32 orang, tiga orang juru mudi/tekong dan dua anak buah kapal untuk berhenti.

Karena pengiriman tenaga kerja itu ilegal, TNI AL kemudian melimpahkan penyidikan perkara ke Polda Kepulauan Riau.

Atas peerbuatan kedua terdakwa, Ahmad Jurari Alias Kulup dan Zulkifli, di atur dan diancam pidana dalam Pasal 102 ayat (1) huruf a tentang Penempatandan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Pidana.

Penulis: Efendi Wardoyo
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help