Duterte Sebut Kelompok Maute di Marawi Dibiayai Gembong Narkoba

Duterte menambahkan, pemerintah sudah dikalahkan pengedar narkoba di Marawi sehingga serangan itu bukan murni didalangi ISIS

Duterte Sebut Kelompok Maute di Marawi Dibiayai Gembong Narkoba
AFP/ TED ALJIBE
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menyebut kelompok militan Maute yang menyerbu kota Marawi dibiayai gembong narkoba.

Duterte menambahkan, pemerintah sudah dikalahkan pengedar narkoba di Marawi sehingga serangan itu bukan murni didalangi ISIS.

Dia melanjutkan, perdagangan narkoba menjadi akar konflik ini.

Sebab, lanjut Duterte, Marawi dikenal sebagai pusat peredaran sabu-sabu dan obat-obatan terlarang lain di Mindanao.

Duterte bahkan mengatakan, kakak beradik Maute yang menjadi pentolan kelompok itu memiliki laboratorium pengolahan sabu di Marawi setelah mempelajari bisnis itu di Manila.

Tentara Filipina melakukan patroli di Kota Marawi, Mindanao, menghadapi militan Muate yang pro-ISIS, Senin (29/5/2017).
Tentara Filipina melakukan patroli di Kota Marawi, Mindanao, menghadapi militan Muate yang pro-ISIS, Senin (29/5/2017). (AFP PHOTO / TED ALJIBE)

Baca: Lawan Militan Pro-ISIS, Presiden Duterte Ajak Tentara Pemberontak Bantu Pemerintah. Ini Imbalannya

Penggerebekan yang dilakukan aparat keamanan di halaman belakang kediaman ayah kakak beradik Maute itu, lanjut Duterte, luput dari sorotan media.

"Para pengikut Maute yang juga bekerja untuk beberapa politisi, diiming-imingi uang dan senjata api," kata Duterte.

Di masa mudanya, Duterte mengaku sudah terbiasa menghadapi kelompok-kelompok semacam Maute ini.

Lebih jauh Duterte mengatakan, para pengedar narkoba yang terdesak oleh operasi pemerintah kemudian bergabung dengan Maute untuk mendapat perlindungan.

"Setelah mereka terdesak perang anti-narkoba pemerintah, mereka kemudian menyebut diri mereka berjihad agar mendapat perlindungan dari kelompok itu," tambah dia.

Duterte menegaskan, kakak beradik Maute sebenarnya adalah pengedar narkoba yang berpura-pura bersekutu dengan ISIS hanya karena keberadaan pimpinan Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.

"Semuanya berawal dari narkoba. Mereka sudah memproduksi narkoba, itulah sebabnya mereka memiliki persenjataan yang bagus," kata Duterte.(*)

* Berita ini juga tayang di Kompas.com dengan judul Duterte Sebut Militan Penyerbu Kota Marawi Dibiayai Gembong Narkoba

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help