Gagalkan Penyelundupan, BC Tanjungpinang Tambah Koleksi Barang Antik Dinas Kebudayaan

Barang-barang antik hasil tangkapan Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang pada 2015 lalu, akhirnya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan Kepri.

Gagalkan Penyelundupan, BC Tanjungpinang Tambah Koleksi Barang Antik Dinas Kebudayaan
Kepala Kantor BC Tanjungpinang Duki Rusnadi menyerahkan barang antik sitaan kepada Kepala Dinas kebudayaan Kepri Yatim Mustafa, Rabu (31/5/2017). 

Laporan Thomm Limahekin

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Barang-barang antik hasil tangkapan Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang pada 2015 lalu, akhirnya diserahkan kepada Dinas Kebudayaan Kepri.

Serah terima barang-barang antik ini dilakukan oleh Kepala Kantor Bea dan Cukai Tanjungpinang Duki Rusnadi kepada Kepala Dinas Kebudayaan Kepri Yatim Mustafa di kantor Bea dan Cukai Tannjungpinang, Rabu (31/5/2017) siang.

"Barang-barang antik ini merupakan hasil tangkapan kami pada 2015 lalu. Setelah diteliti ternyata ini barang cagar budaya. Saya sendiri sudah berbicara dengan arkeolog dan dia katakan bahwa ini adalah benda cagar budaya," kata Duki kepada awak media.

Duki menjelaskan, benda-benda cagar budaya tersebut terdiri dari 13 buah barang antik campuran dan 33 mangkok antik. Semuanya masih berada dalam kondisi baik.

Jika terjual semuanya, nilai barang-barang ini ditaksir bisa mencapai Rp 43 juga.

Benda-benda tersebut ditemukan oleh petugas Bea dan Cukai Tanjungpinang dalam sebuah paketan yang hendak dikirim melalui kantor pos menggunakan pesawat terbang.

"Kami temukan barang-barang ini di Bandar Udara (Bandara) Raja Haji Fisabilillah (RHF) Tanjungpinang. Tetapi orang yang mengirimkan barang ini tidak bisa dilacak sampai dengan hari ini,” katanya.

Duki menegaskan bahwa tugas BC memberikan perlindungan terhadap barang-barang yang menjadi milik negara.

Kalau barang-barang tersebut berasal dari bumi Indonesia, harus dikembalikan kepada negara.

Namun, jika barang-barangnya bernilai komersial maka kantor Bea dan Cukai akan melelang barang-barang itu dan uang hasil lelang akan disetor kepada negara.

Yatim Mustafa yang menerima barang-barang antik ini mengaku begitu bangga akan kerjasama yang terjalin antara instansi yang dipimpinnya dengan BC.

Dia berharap supaya kerjasama tersebut terus terpelihara di masa yang akan datang agar benda-benda cagar budaya yang menjadi milik Kepri tidak dibawa ke luar daerah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.

"Kami juga sudah menerima ribuan benda-benda cagar budaya dari pihak kepolisian, kejaksaan dan TNI Angkatan Laut. Sampai saat ini, jumlahnya mencapai 12.000 buah, berupa senduk, mangkok, piring, gelas dan lain-lain. Hari ini jumlah itu bertambah 46 buah lagi," ungkap Yatim.

Yatim berharap, tahun depan Provinsi Kepri sudah memiliki sebuah museum budaya yang bisa dipakai untuk menyimpan benda-benda cagar budaya yang begitu tinggi nilainya ini.

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help