Pro Kontra Ojek Online

Mulai Besok, Operator Ojek Online Distop Oleh Dishub Batam. Ini Alasannya

Terhitung mulai 1 Juni 2017 besok, seluruh operator ojek online yang beroperasi di Kota Batam akan diberhentingkan sementara oleh Dishub Batam.

Mulai Besok, Operator Ojek Online Distop Oleh Dishub Batam. Ini Alasannya
Suasana hearing Komisi I DPRD Batam dengan Dinas Perhubungan dan perwakilan ojek online dan ojek pangkalan 

Laporan; Efendi Wardoyo

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Terhitung mulai 1 Juni 2017 besok, seluruh operator ojek online yang beroperasi di Kota Batam akan diberhentingkan sementara oleh Dinas Perhubungan Kota Batam.

Penghentian ini karena operator ojek online tidak dapat memperlihatkan dokumen perizinan usaha dan ijin operasi di wilayah Kota Batam atau Provinsi Kepri.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam Yusfa Hendri saat rapat dengar pendapat di Komisi I DPRD Kota Batam. Rabu (31/5/2017).

Yusfa mengatakan, saat Dishub meminta dokumen perijinan perusahaan atau operator ojek online dan legalitasnya untuk beroperasi di wilayah Kota Batam, manajemen ojek online hanya bisa menunjukan izin dari pusat.

"Jadi setelah unjuk rasa yang dilakukan oleh ojek pangkalan pada tanggal 10 Mei 2017 lalu, kita langsung meminta kepada manajemen ojek online untuk memperlihatkan ijin dan legalitas," kata Yusfa

"Kemudian setelah kita review, tidak ada satupun yang mempunyai ijin. Hanya bisa memperlihatkan dokumen dari pusat," katanya

RDP yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Batam Budi Maryanto itu dihadiri oleh perwakilan aliansi ojek pangkalan dan perwakilan ojek online.

Ketegangan sempat terjadi antara perwakilan ojek pangkalan dan ojek online.

Yusfa menegaskan bahwa bukan driver ojek online yang distop melainkan pelaku usaha dari ojek online itu sendiri.

"Kita akan mencabut pemberhentian itu jika pelaku usaha dari ojek online bisa memenuhi persyaratan-persyaratan yang sebagaimana dijelaskan dalam Permenhub Nomor 26 tahun 2017,” kata Yusfa

"Driver ojek online boleh beroperasi untuk mencari nafkah asalkan tidak menggunakan aplikasi online dan memakai atribut, sebagaimana yang telah dilakukan oleh ojek online selama ini," ujar Yusfa.

Penulis:
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved