Sekdaprov Arif Risau, Nada Bicara Gubernur Nurdin Mulai Tinggi. Ternyata Ini Sebabnya

Arif menyatakan kerisauannya usai melantik puluhan pejabat pengawas dan administrator Pemprov Kepri di aula Kantor Gubernur Kepri

Sekdaprov Arif Risau, Nada Bicara Gubernur Nurdin Mulai Tinggi. Ternyata Ini Sebabnya
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Gubernur Kepri Nurdin Basirun didampingi Sekdaprov TS Arif Fadillah saat berada di Tanjung Uban usai salah Subuh berjamaah, Jumat (24/2/2017). 

Laporan Thomm Limahekin

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mulai risau.

Soalnya, sudah memasuki bulan keenam, masih banyak proyek strategis pembangunan di Kepri yang belum selesai dilelang.

Padahal proses pelaksanaan program-program kerja di Pemprov Kepri ini sudah berada triwulan ke dua.

Arif menyatakan kerisauannya usai melantik puluhan pejabat pengawas dan administrator Pemprov Kepri di aula Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak Tanjungpinang, Selasa (30/5/2017) sore.

"Saya mulai risau sekarang. Kok tak ada tumpukan batu untuk proyek-proyek," ungkap Arif kepada awak media.

Kerisauan Sekdaprov Kepri semakin bertambah ketika berhadapan dengan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun.

Dia mengatakan, Nurdin mulai mengeluarkan nada tinggi ketika berbicara seputar pelaksanaan proyek-proyek pada 2017 ini.

“ealisasi proyek fisik pada triwulan I hanya mencapai 23,04 persen. Pak Gubernur berharap agar proses pelalangan itu dipercepat. Paling lama pada Juni nanti, semuanya sudah harus jalan," kata Arif.

Karena itu, Arif mengingatkan para kepala organisasi perangkat daerah (OPD) agar bekerja keras siang dan malam untuk mempercepat proses pelelangan.

Sekdaprov Kepri itu meminta agar pelelangan proyek-proyek strategis, semisal pembangunan beberapa pelabuhan, jalan, jembatan, pelebaran jembatan dan pengembangan daerah harus digesa sehingga bisa dimulai lebih awal dan berakhir sebelum tutup tahun anggaran.

"Kata juga belajar dari pengalaman ini. Nantinya, kami berencana akan menggelar lelang pada November dan Desember sehingga proyek fisiknya bisa mulai dilaksanakan pada Januari dan Fabruari tahun berikutnya," ujar Arif.

Rencana tersebut sebenarnya sudah bisa diwujudkan pada 2016 lalu. Namun, ada beberapa kendala yang menghambat percepatan pelelangan proyek pada 2017 ini.

Beberapa kendala di antaranya adalah pengesahan APBD yang terlambat yang berdampak pada pengusulan APBD ke Mendagri RI.

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved