Transaksi Uang Elektronik Bakal Kena Biaya Administrasi. Apa Kata Bankir?

Penerapan biaya administrasi uang elektronik ini diharapkan bisa membantu menutup biaya infrastruktur penerbit uang elektronik.

Transaksi Uang Elektronik Bakal Kena Biaya Administrasi. Apa Kata Bankir?
KONTAN
ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) berencana menerapkan biaya admisnitrasi dalam transaksi uang elektronik.

Penerapan biaya administrasi uang elektronik ini diharapkan bisa membantu menutup biaya infrastruktur penerbit uang elektronik.

Rico Usthavia Frans, Direktur Digital Banking dan Teknologi Bank Mandiri mengatakan, seharusnya memang sebagai penyedia sarana pembayaran, bank penerbit dan acquirer bisa mendapatkan revenue,” ujar Rico kepada KONTAN, Selasa (30/5/2017).

Selama ini memang dalam menjalankan bisnis uang elektronik, beberapa bank belum sampai mendapatkan keuntungan. Hal ini sesuai dengan aturan BI yang tidak membolehkan menarik biaya administrasi dari transaksi uang elektronik.

Pendapatan dari biaya administrasi uang elektronik ini nantinya akan didapat bank dalam bentuk pendapatan berbasis komisi (fee based income). Namun beberapa bank belum mau merinci berapa potensi fee based income yang didapat dengan adanya aturan baru BI ini.

Hal ini karena saat ini BI masih mematangkan aturan mengenai penerapan biaya administrasi ini. “Aturan (PBI mengenai biaya administrasi) ini akan keluar tidak terlalu lama,” ujar Sugeng, Deputi Gubernur BI, Senin (30/5/2017)

Saat ini, beberapa lembaga seperti asosiasi sistem pembayaran, badan pengelola jalan tol dan perbankan masih membahas bagaimana model bisnis yang tepat terkait uang elektronik ini. Pembahasan ini dalam bentuk kelompok kerja (Pokja).

Baca: Tawarkan Investasi 5 Miliar Dolar Amerika Serikat, Investor Uni Emirat Arab Ajukan Syarat Ini

Baca: ALAMAK. Berkilah Perang Sarung, Tapi 8 Remaja Ini Selipkan Benda Berbahaya di Ujung Sarung

Baca: Banyak Perusahaan di Batam Tutup Tapi Investasi Menguat, Begini Analisa Bank Indonesia

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved