Pro Kontra Ojek Online

Tunggu Kantor Selesaikan Administrasi, Driver Gojek: Meski Kecewa, Kami Akan Tertib

Para pengemudi itu menilai keputusan pemerintah tidak tepat. Larangan tersebut diberikan di momen Ramadan dan menjambut Lebaran.

Tunggu Kantor Selesaikan Administrasi, Driver Gojek: Meski Kecewa, Kami Akan Tertib
Tribun Batam/Anne Maria
Para driver Gojek, salah satu ojek online di Batam, berkumpul di Kantor Gojek Pelita, terkait larangan beroperasi oleh Dishub, Rabu (31/5/2017). Tribun Batam/Anne Maria 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM- Para pengemudi ojek online, Gojek Indonesia melakukan aksi damai di depan kantor mereka, Pelita, Rabu (31/5/2017).

Ratusan pengendara tersebut terpaksa melakukan aksi di depan kantornya sendiri terkait edaran Dinas Perhubungan Kota Batam yang melarang operasional ojek online per 1 Juni 2017.

Koordinator pengemudi Gojek Masjali mengatakan, pihaknya sudah mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di komisi I DPRD Kota Batam mengenai larangan itu.

Masjali mengatakan, ada keganjilan saat RDP tersebut. Kepala Dishub Kota Batam menyatakan sudah memberikan surat pemberitahuan mengenai larangan operasional bagi operator ojek online.

"Ada keganjilan, saat itu. Dishub menyatakan sudah memberi selebaran kepada kantor soal larangan operasional. Menurut mereka secara administrasi pihak Gojek belum menyiapkan semuanya. Itulah yang mau kami tanyakan juga ke kantor saat ini," tutur Masjali.

Selain belum melengkapi persyaratan, Masjali pun mengatakan bahwa pihak Dishub melarang karena belum ada aturan yang mengatur transportasi online itu.

"UU transportasi untuk kendaraan roda dua kan memang belum ada. Mau dipaksakan bagaimanapun tidak bisa. Makanya kami juga berharap pemerintah harus bijaksana juga melihat ini. Lagipula, keberadaan transportasi online inikan membantu pemerintah juga. Bisa mengurangi pengangguran," tutur Masjali.

Para pengemudi itu menilai keputusan pemerintah tidak tepat. Larangan tersebut diberikan di momen Ramadan dan menjambut Lebaran.

"Beberapa minggu lagi sudah Hari Raya, terus bagaimana nasib kami," ucapnya.

Masjali mengungkapkan, pihak manajemen Giojek sudah bersedia untuk melengkapi kelengkapan administrasi yang dibutuhkan.

Tinggal lagi, harapan mereka agar pemerintah dapat mempertimbangkan ulang keputusan larangan operasional itu.

"Informasi tadi, akan ada pertemuan lanjutan. Jadi pemberhentian ini hanya sementara. Kita berharap dalam seminggu ini bisa selesai dan kami bisa beroperasi lagi,” katanya.

Para driver Gojek, kata Masjali, untuk sementara akan patuh dan tidak beroperasi dulu sampai izin diterbitkan.

Penulis: Anne Maria
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved