Ingin Beri Efek Jera, Pemerintah Bekukan Izin Enam Importir. Ini Pemicunya

Pemerintah akhirnya bertindak tegas terhadap perusahaan maupun pelaku industri yang telah mempermainkan pasokan, dan harga pangan.

Ingin Beri Efek Jera, Pemerintah Bekukan Izin Enam Importir. Ini Pemicunya
Istimewa
Ilustrasi Gula Rafinasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akhirnya bertindak tegas terhadap perusahaan maupun pelaku industri yang telah mempermainkan pasokan, dan harga pangan.

Yakni dengan pembekuan izin terhadap enam perusahaan importir yang dianggap menyalahi aturan. Menteri Perdagangan (mendag) Enggartiasto Lukita mengatakan, pemerintah perlu mengambil langkah tegas dan cepat guna memberikan efek jera kepada oknum baik perusahaan maupun perorangan yang tidak bertanggung jawab.

"Mereka yang sudah terkena (kasus) kalau importir pasti sudah kami bekukan dahulu (izinnya). Ada yang sudah kami bekukan kira-kira enam (perusahaan)," ujar Mendag Enggartiasto Lukita di Kementerian Perdagangan (Kemendag), Rabu (31/5/2017).

Mendag menambahkan, enam perusahaan tersebut terdiri dari importir produk hortikultura hingga pelaku industri yang menjual gula industri atau rafinasi ke pasar.

"Ada dari hortikultura, kemudian kalau gula itu industri makanan minuman, dipastikan tidak lagi dapat jatah gula (rafinasi) lagi karena dia bocorkan," tegas Enggartiasto.

Mendag mencontohkan, jika sebuah perusahaan industri mendapatkan jatah gula rafinasi dari Kemendag sebanyak 100 ton dalam satu tahun, kemudian tertangkap menjual gula industri tersebut ke pasar, maka dipastikan perusahaan tersebut tidak akan mendapatkan jatah gula industri sebagai bahan baku makanan minuman.

Baca: Harga Jengkol Terus Meroket, Begini Kata Menteri Perdagangan

Baca: Cat Dinding Retak dan Mengelupas, Begini Cara Membuatnya Mulus Lagi

Baca: Mudahkan Pemudik, Kemenhub Tambah 639 Lampu Jalan dan 50 CCTv

"Misalnya jatah 100 ton, tetapi 2 ton saja yang dibocorkan, kemudian 100 tonnya tidak akan didapatkan lagi, kalau tidak begitu tidak ada efek jera bagi mereka, jadi kami tega-tega sajalah," ungkapnya.

Seperti diketahui, berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 74 tahun 2015 tentang perdagangan antar pulau, dan Nomor 117 tahun 2015 tentang ketentuan impor gula.

Gula rafinasi hanya diperuntukkan untuk industri dan tidak diperuntukkan bagi konsumen langsung karena harus melalui proses terlebih dahulu.

Sebelumnya, Satuan tugas (Satgas) pangan Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) mengungkap penyimpangan gula rafinasi di sebuah gudang di Makassar.

Dalam gudang tersebut, pelaku mengemas ulang gula untuk industri kedalam kemasan 1 kilogram dan diperjual belikan ke konsumen. (*)

*Berita di atas sebelumnya telah dipublikasikan di Kompas.com dengan judul : Mendag Bekukan Izin 6 Perusahaan Importir dan Industri

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved