Listrik di Karimun Belum Merata, Desa Sei Belat Pakai Lampu Minyak

Listrik di Karimun Belum Merata, Desa Sei Belat Pakai Lampu Minyak. Begini kesaksian bidan di sini!

Listrik di Karimun Belum Merata, Desa Sei Belat Pakai Lampu Minyak
Tribunnews Batam/ Istimewa
Ilustrasi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Ketersediaan listrik merupakan permasalahan klasik yang dihadapi masayarakat Karimun. Banyak daerah yang sama sekali belum menikmati atau baru bisa merasakan jangkauan tangan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Baca: Heboh! Komeng Jadi Saksi Nikah, Mempelai Wanita Ini Tak Bisa Berhenti Tertawa

Baca: BREAKING NEWS: Polisi Ringkus Pria Pengancam Kapolri Lewat Facebook, Ini Identitasnya!

Baca: Terungkap! Ternyata Yana Zein Sempat Dicueki Dokter hingga Akhirnya Meninggal Dunia!

Baca: Terungkap! Inilah Kisah di Balik Pemilihan Burung Garuda Sebagai Lambang Negara. Ini Sejarahnya!

Seperti yang diungkapkan oleh Syarifa Furqana Ulfa, bidan di desa Sei Asam, Kecamatan Belat, Kabupaten Karimun, saat dijumpai Tribun. Tenaga kesehatan PTT Provinsi Kepri itu menyebutkan pada tiga tahun pertama bertugas di desa yang terletak di Pulau Belat itu, Ia sama sekali tidak merasakan listrik.

"Alhamdulillah setahun ini sudah ada PLTS. Kalau dulu cuma lampu minyak," kenang gadis yang akrab disapa Ulfa tersebut.

Bukan hanya di Desa Sei Asam saja, namun masih banyak daerah di Kabupaten Karimun yang belum atau baru bisa menikmati listrik dalam hitungan beberapa jam saja setiap harinya.

Kondisi geografis Karimun yang terdiri dari banyak pulau satu faktor yang membuat listrik belum merata. Jadi ada yang telah bisa menikmati 24 jam penuh, 14 jam atau kurang, hingga ada daerah yang sama sekali yang belum merasakan listrik.

Bupati Karimun, Aunur Rafiq yang diwawancara juga membenarkan kondisi tersebut. Bahkan orang nomor satu di Bumi Berazam itu menyebutkan dari total seluruh daerah di Karimun, baru sekitar 18 persen saja yang bisa menikmati listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

"Listrik yang baru dipenuhi PLN baru 18 persen saja. Banyak masalah kelistrikan ini yang belum tuntas. Khususnya di pulau-pulau seperti Moro dan Durai, yang desa-desanya Tanjung Kilang, Smembang, Keban, Tanjung Pelanduk, Selat Mi, Bunga Rawa dan Bulu Patah," kata Rafiq, Kamis (31/5) malam.

Namun menurut Rafiq, penyelesaian permasalahan ini tengah diupayakan Pemda Provinsi Kepri yang memiliki wewenang perihal kelistrikan. Diharapkan dengan program-program yang tengah diwacanakan oleh Provinsi Kepri akan membuat seluruh daerah Karimun telah dapat menikmati listrik padat tahun 2019.

"Tahun 2019 nanti kitaa harapkan 60 dari 249 pulau yang berpenghuni di Karimun sudah dapat menikmati listrik," ujarnya. (*)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved