Terkait Tudingan Main Proyek, Pejabat Kejari Tanjungpinang Siap Diperiksa Kejati Kepri

Terkait Tudingan Main Proyek, Pejabat Kejari Tanjungpinang Siap Diperiksa Kejati Kepri

Terkait Tudingan Main Proyek, Pejabat Kejari Tanjungpinang Siap Diperiksa Kejati Kepri
tribunnews
Ilustrasi lelang 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Kepala Seksi Intelegent (Kasipidsus) Kejari Tanjungpinang Andi Arif siap mengikuti pemeriksaan Asisten Pengawas (Kejati) Kepri.

Namun ia mengaku belum ada menerima panggilan Kejati untuk dikonfrontir tentang pernyataan Kerua Gabungan Pelaksana Kontruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Kepri.

Baca: Bikin Merinding! Inilah Kata-kata Terakhir Yana Zein Sebelum Meninggal Dunia

Baca: BREAKING NEWS: Polisi Ringkus Pria Pengancam Kapolri Lewat Facebook, Ini Identitasnya!

Baca: Inilah Evolusi Gambar Garuda di Lambang Negara Kita. Ini Gambar Awalnya!

Andi mengaku siap dengan pemanggilan atas tuduhan yang menurutnya adalah fitnah itu. "Saya belum menerima panggilan besok pagi (2/6). Saya kan orang hukum, jadi masalah seperti itu ya cukup dengan pembuktian-pembuktian saja," kata Andi dikonfirmasi melalui sambungan telepon Kamis (1/6)

Lebih lanjut permasalahan ‎yang dihadapinya menurutnya dapat dipertanggungjawabkan jika memang tuduhan itu terbukti. Namun Andi tetap mengikuti aturan berdasarkan proses hukum dan konsekuensi di internal Kejaksaan bilamana terbukti melanggar kode etik sebagai anggota korps Adyaksa itu.

"Saya ini gak mau debat kusir seperti ini. Karena saya orang hukum jadi kalaau ada masalah seperti ini cukup dengan pembuktian," kata Andi lagi.

Sementara itu Andy Cori Fatahudin ketua Gapensi Kepri mengaku telah menerima surat dari Kejati Kepri untuk dipanggil dalam pemeriksaan internal Kejati. Bahkan ia juga siap untuk dikonfrontir dalam memberikan pembuktian keterkaitan intervensi Andi Arif dalam sejumlah proyek Provinsi Kepri.

"Saya siap saja berikan bukti-bukti ini. ‎Kita ini tidak main-main kalau bicara hal yang benar. Saya disini membawa nama banyak orang yang menaruhkan nasibnya sebagai kontraktor di Kepri. Ada 150 perusahaan kontraktor yang tergabung di Gapensi merasa resah adanya ketidaksehatan proses pelelangan di LPSE dan ULP," katanya via seluler.

Tuduhan yang dilontarkan kepada Andi Arif bukanlah tanpa dasar yang tepat. Menurutnya, ekonomi yang tengah lesu ini ditambah dengan persaingan tidak sehat antara kontraktor akibat adanya intervensi pelelangan proyek oleh Kejari Tanjungpinang.

"Kita ini kontraktor kecil. Tak mengharapkan banyak mendapatkan tender dengan jumlah besar. Tapi ini tidak, yang kecil-kecil pun proyek yang levelnya ratusan juta disikatnya juga. Saya selama ini juga sudah peringatkan jangan intervensi. Tapi kasihanilah kita kontraktor kecil," tutupnya.

Sebelumnya keributan terjadi antara Gapensi dengan pejabat LPSE dan ULP Provinsi Kepri. Andi Cori menuduh Andi Arif dari Kejari Tanjungpinang ‎meminta dan mengintervensi proyek. (*)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved