Lima Tanda Ini Bisa Jadi Rambu Pernikahan Ada di Level Bahaya

Biasanya, kehancuran pernikahan terjadi secara perlahan sampai akhirnya tak bisa dipertahankan lagi. Sebelum terlambat kenali lima tanda bahaya ini.

Lima Tanda Ini Bisa Jadi Rambu Pernikahan Ada di Level Bahaya
NOVA
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Hubungan suami istri yang terikat dalam pernikahan merupakan ikatan yang dilandasi komitmen jangka panjang sehingga semestinya tak akan mudah hancur dalam sekejap.

Biasanya, kehancuran sebuah pernikahan terjadi secara perlahan bahkan bertahun-tahun sampai akhirnya memang tak bisa dipertahankan lagi.

Dalam masa-masa tersebut, tanpa disadari perlahan hubungan suami istri merenggang. Ketidakcocokan sedikit akan mudah memicu konflik dan jika berkepanjangan dapat membuat rumah tangga bubar.

Lantas, bagaimana mengetahui apakah yang dialami hanya pasang surut yang normal dalam kehidupan perkawinan atau ada sesuatu yang lebih serius?

Berikut adalah beberapa tanda yang perlu diwaspadai dalam hubungan Anda:

1. Rumah terasa sepi
Saat ada masalah yang dipendam, komunikasi dengan pasangan pun menjadi kaku. Obrolan seru dan mendalam tentang apa yang dialami hari ini di kantor atau aktivitas lain, berganti menjadi pertanyaan basa-basi.

"Salah satu klien saya yang sedang dalam proses perceraian mengatakan, ia tahu pernikahannya akan berakhir ketika setiap ia pulang ke rumah setelah bekerja, ia dan istrinya hanya duduk bersama di sofa sambil menonton televisi tapi tak tahu harus ngobrol apa," kata Samantha Burns, konselor pernikahan.

Sadari juga apakah Anda lebih senang menceritakan masalah Anda kepada sahabat atau saudara Anda. Memang tak ada salahnya minta masukan dari orang yang Anda percaya, tetapi jika Anda selalu lari ke orang lain untuk mengungkapkan rahasia dan perasaan, itu berarti kebutuhan emosional dan rasa percaya Anda sudah dipenuhi oleh orang lain, bukan pasangan.

2. Kata-kata menyakitkan
Di lain pihak, setiap kali Anda membuka mulut untuk memulai pembicaraan, sesuatu yang negatif atau menyakitkan langsung teringat. Kondisi ini sama buruknya dengan aksi diam-diaman.

"Jika hubungan Anda sudah sampai pada titik ini, maka kemampuan untuk berkomunikasi pun hilang. Anda dan pasangan sudah merasa tidak ada lagi hubungan dari hati. Setiap pembicaraan akan berakhir dengan komentar menyakitkan satu sama lain," kata Wendy Strgar, edukator seksual dan pernikahan.

ilustrasi pertengkaran suami istri
ilustrasi pertengkaran suami istri (effiezy)
Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help