Agar Bebas Banjir, Camat Bintan Timur Prioritaskan Normalisasi Drainase Lokasi Ini

Agar Bebas Banjir, Camat Bintan Timur Prioritaskan Normalisasi Drainase Ini. Begini detailnya!

Agar Bebas Banjir, Camat Bintan Timur Prioritaskan Normalisasi Drainase Lokasi Ini
tribunbatam/aminnudin
Camat Bintan Timur, Rusli (kiri) berbincang dengan Kabag Humas & Protokol Setda Bintan Hasfi Handra (putih) beberapa waktu lalu 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Camat Bintan Timur Rusli menyatakan, normalisasi drainase akan diupayakan meluas guna mencegah banjir yang selalu terjadi saat hujan.

Baca: Penjaga Masjid Tewas Ditusuk, Darah Safari Muncrat ke Dinding Masjid Agung Karimun

Baca: Pakai Gas Air Mata, Polres Barelang Bubarkan Balapan Liar Dini Hari Depan Kodim

Problem banjir di Bintan Timur merupakan pekerjaan rumah Rusli yang masih ditunggu penanganannya oleh masyarakat sampai saat ini. Yang sudah tertangani adalah normalisasi di drainase di kawasan utama Pasar Berdikari, kompek pertokoan lama Kijang. Area itu selalu menjadi langganan banjir kalah hujan.

"Kita akan perbanyak normalisasi, saat ini, ada dua hingga tiga normalisasi drainase yang terpantau di Bintan Timur, itu yang akan kita sasar,"kata Rusli, Minggu (4/6).

Ditanya soal penanganan banjir lumpur di wilayah Kijang Permai Km 23 Kijang, Rusli belum menjawab. Banjir bercampur lumpur gunung selalu mengancam permukiman di kaki Gunung Lengkuas tersebut saat hujan deras.

Pada 24 Mei 2017 lalu, banjir bercampur lumpur memaksa sejumlah warga Kijang Permai di RW 03 mengungsi ke rumah tentangga terdekat. Ada 6 rumah yang paling parah terendam banjir lumpur gunung.

Lurah Kijang Kota, Anton Hatta Wijaya menyatakan, pihaknya telah melakukan pendataan jumlah riil rumah yang terendam banjir di permukiman. Data rumah yang terendam di bawah ke pihak yang mengerjakan pemerataan lahan di kaki gunung lengkas untuk ditindaklanjuti sehingga dapat ditangani semestinya.

Anton sebelumnya menyampaikan, kelurahan telah mengetahui kondisi banjir demikian dengan turun langsung mendatangi permukiman di Kijang permai Km 23 saat kejadian. Banjir dikawasan benar bercampur lumpur seperti yang dikeluhkan warga.

"Saya sudah lihat langsung pasca banjir, ternyata benar pernyataan warga waktu, kalau sudah hujan lumpur mulai masuk kerumah warga. Kita tak ingin melihat banjir campur lumur itu mengancam lagi permukiman setempat saat hujan,"ujar dia. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved