Curhat Pekerja Anambas: Kami Tidak Minta Macam-macam, Kami Hanya Minta Gaji Kami Dibayar!

Curhat Pekerja Anambas: Kami Tidak Minta Macam-macam, Kami Hanya Minta Gaji Kami Dibayar!

Curhat Pekerja Anambas: Kami Tidak Minta Macam-macam, Kami Hanya Minta Gaji Kami Dibayar!
kompas.com
Ilustrasi gaji 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS-Pasrah dan takut. Mungkin, rasa itu yang ada bisa mewakili sejumlah pekerja PT. Pertalahan Arnebatara Natuna (PAN), salahsatu perusahaan yang memiliki base di Matak.

Baca: Pakai Gas Air Mata, Polres Barelang Bubarkan Balapan Liar Dini Hari Depan Kodim

Baca: BREAKINGNEWS: Kapolres Anambas Turun Gerebek Pesta Miras, AKBP Junoto Terlihat Jengkel!

Baca: Penjaga Masjid Tewas Ditusuk, Darah Safari Muncrat ke Dinding Masjid Agung Karimun

Bagaimana tidak, saat orang gegap gempita menyambut bulan Ramadan dengan hidangan berbuka yang mungkin saja terbilang mewah, puluhan pekerja lokal hanya bisa berharap agar kebahagian itu datang.

Tidak muluk-muluk keinginan mereka. Mereka hanya ingin agar gaji mereka selama empat bulan yakni pada bulan Agustus 2016 serta pembayaran gaji bulan Februari, Maret dan April 2017 dapat segera dibayarkan.

"Kami ini bingung, geram tapi di satu sisi takut juga karena cari kerja sekarang susah. Kami tidak minta macam-macam, kami hanya meminta agar gaji kami dapat dibayarkan," ujar salahseorang pekerja yang meminta identitasnya untuk tidak dikorankan saat dihubungi Minggu (4/6/2017).

Terdapat ratusan orang pekerja dengan 20 orang pekerja lokal di dalamnya yang menuntut agar gaji mereka dapat dibayarkan secara utuh. Beberapa pekerja bahkan ada yang telah mengabdi untuk perusahaan selama sepuluh tahun lamanya,

namun tidak mendapat hak-hak sebagai pekerja. Dari informasi yang ia terima, perwakilan perusahaan pun, diakuinya hendak membayarkan gaji selama dua bulan kepada para pekerja ini. Namun, kenyataannya belum juga dibayarkan.

"Janjinya kemarin seperti itu, namun belum juga terealisasi. Yang kami bingungkan itu, untuk keperluan puasa dan Idul Fitri ini kian dekat, kami mau pakai apa. Sementara, hanya itu lah periuk nasi tempat kami bekerja," ungkapnya.

Pekerja lainnya, bahkan mendapat pembayaran gaji selama empat bulan meski tidak dalam kondisi utuh seratus persen. Tidak hanya itu, pekerja itu pun tidak mendapat slip gaji sebagai bukti pembayaran gaji yang ia terima setiap bulannya. (*)

Berita terkait baca Harian Tribun Batam edisi Senin (5/6/2017)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help