TribunBatam/

Sebaiknya Anda Tahu

NGERI! Setiap Dua Menit, Satu Wanita Meninggal Oleh Kanker Serviks. Bagaimana Mengatasinya?

Kanker serviks merupakan penyakit pembunuh wanita nomor satu di dunia. Setidaknya setiap dua menit ada satu orang di dunia ini yang meningggal

NGERI! Setiap Dua Menit, Satu Wanita Meninggal Oleh Kanker Serviks. Bagaimana Mengatasinya?
Dr Sharifah Halimah, ahli kandungan dan kebidanan dari Regency Specialist Hospital Johor Baru, Malaysia, mengulas tentang bahaya kanker serviks dan cara mengatasinya dalam seminar yang digelar oleh DPD Tiara Kusuma Kepri di Hotel Harmoni, Sabtu (3/5/2017) malam. 

Laporan Zahfri Suandi

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - DPD Tiara Kusuma Kepri bekerjasama dengan Regency Specialist Hospital Johor, Malaysia dan Yayasan Sunan Adijaya (YSA) menggelar seminar kesehatan, Sabtu (3/6/2017).

Tema yang diangkat oleh organisasi pengusaha ahli kecantikan dan salon itu seputar Kanker Serviks dan Perawatan Kewanitaan di Hotel Harmoni, Nagoya, Batam.

Seminar itu menampilkan Dr Sharifah Halimah, ahli kandungan dan kebidanan dari Regency Specialist Hospital Johor Baru, Malaysia.

"Kanker serviks merupakan penyakit pembunuh wanita nomor satu di dunia. Setidaknya setiap dua menit ada satu orang di dunia ini yang meningggal karena kanker seviks," ujarnya mengawali seminar.

Sharifah memaparkan, berdasarkan data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), setiap harinya ada 40 wanita yang dinyatakan mengidap kanker serviks.

Dari jumlah itu, 20 diantaranya meninggal dunia.

Di seluruh dunia, setiap harinya ada sekitar 700 wanita yang meninggal karena kanker serviks.

Kanker ini berasal dari virus yang bernama HPV dan perlu penanganan khusus oleh para wanita sejak dini.

"Kita masih berpegang pada satu slogan sejak dahulu yaitu mencegah lebih baik dari pada mengobati. Setiap wanita berpotensi mendapatkan kanker serviks, sehingga perlu kesadaran bagi para wanita untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan dengan melalui pola hidup sehat,” katanya.

Halaman
12
Penulis: szahri
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help