Sengketa The BCC Hotel, Sidang Praperadilan di PN Jaksel Pekan Depan

Sengketa The BCC Hotel, Sidang Praperadilan di PN Jaksel Pekan Depan. Ini Detailnya

Sengketa The BCC Hotel, Sidang Praperadilan di PN Jaksel Pekan Depan
tribunnewsbatam/ nyonk
The BCC Hotel dan Residence

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Kuasa hukum Conti Chandra, Alfonso Napitupulu mendukung Polri dan Jaksa Agung dalam rangka menghadapi praperadilan Tjipta Fudjiarta di PN Jakarta Selatan.

Baca: Istri Korban Penusukan Tengah Hamil 9 Bulan, Sutari Terus Menangis!

Baca: BREAKINGNEWS: Menyayat Hati! Inilah Curhat Istri Korban Penusukan di Masjid Agung Karimun!

Baca: Penjaga Masjid Tewas Ditusuk, Darah Safari Muncrat ke Dinding Masjid Agung Karimun

"Pada intinya, kami sangat mendukung bapak Kapolri dan Jaksa Agung atas praperadilan itu. Karena bagaimana pun, sesuai aturan minimal dua alat bukti sudah bisa dijadikan tersangka seseorang yang disangkakan pidana. Dan sesuai pasal 184 KUHAP, Polri sudah tepat menetapkan tersangka Tjipta Fudjiarta," jelas Alfonso Napitupulu, Minggu (4/6) kepada wartawan.

Tambah Alfonso, sesuai laporan kliennya pada 9 Juni 2014 silam, tentang dugaan penipuan dan penggelapan atas kepemilikan The BCC Hotel, setelah memasuki tahun ketiga, barulah kasus itu naik ke tahap P21.

"Artinya, polri sudah matang-matang mengumpulkan berbagai barang bukti dan alat bukti. Jada sangat keliru jika polri dan jaksa dipraperadilankan. Kami dukung terus. Memang benar kok, kalau dia (Tijipta) terindikasi kuat menggelapkan dan menipu atas kepemilikan hotel itu," tandas Alfonso.

Sebagaimana yang tertera pada SP2HP Tjipta Fudjiarta disangkakan pasal 378 jo 372 KUHP. Dengan ancaman hukuman empat tahun penjara. Objek adalah dugaan kepemilikan hotel.

Seperti diketahui, dalam kasus ini pihak Tjipta Fudjiarta bersikukuh tidak bersalah. Menurut kuasanya hukumnya Hendie Devitra, paparan kuasa hukum Conti Chandra sebelumnya justeru sebaliknya.

Tidak terima dengan penetapan menjadi tersangka, Tjipta pun menempuh upaya hukum praperadilan. Dengan menggugat Kapolri cq Bareskrim dan Jaksa Agung cq Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum.

Menurut penelusuran Tribun Batam di website resmi milik Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan situs [sipp.pn-jakartaselatan.go.id], permohonan praperadilan Tjipta Fudjiarta dicatat dengan nomor 54/Pid.Pra/2017/PN JKT.SEL. Dan sidang perdana akan digelar pada Senin (12/6/2017) mendatang. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved