Polda Bekuk Sindikat Penipuan CPNS Antarprovinsi, Begini Modus Pelaku!

Polda Bekuk Sindikat Penipuan CPNS Antarprovinsi, Begini Modus Pelaku!

Polda Bekuk Sindikat Penipuan CPNS Antarprovinsi, Begini Modus Pelaku!
TRIBUN / HERUDIN
Ilustrasi. Ujian CPNS 2013 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDAR lAMPUNG-Aparat Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung mengungkap jaringan penipuan calon pegawai negeri sipil (CPNS) antarprovinsi.

Baca: Gerebek! Suami Kerja di Pengeboran Minyak, Istri di Rumah Didatangi Oknum Pejabat Pemko Malam-malam

Baca: Edan! Kotak Sumbangan Pelayat di Rumah Duka Artis Yana Zein Raib, Ternyata . . .

Polisi menangkap lima tersangka di empat provinsi berbeda.

Para tersangka adalah Tamsil, warga Bandar Lampung; Feria Hidayat, warga Purwokerto, Jawa Tengah; Arif Candra dan istrinya Rina Yuliana, warga Pontianak, Kalimantan Barat; dan Ramli Iyon, warga Menteng, Jakarta.

Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Juni Duarsah mengutarakan, para tersangka merupakan anggota sindikat penipuan CPNS antarprovinsi. “Korbannya sudah cukup banyak bisa mencapai ratusan orang,” ujar dia, Minggu (4/6/2017).

Di Lampung saja, tercatat ada 25 korban namun hanya lima yang melapor. Kerugian yang dialami para korban mencapai Rp 1,5 miliar.
Modusnya, kata Juni, sindikat ini menjanjikan kepada para korbannya diterima menjadi PNS tanpa tes.

Para tersangka memiliki peran masing-masing. Untuk wilayah Lampung, koordinatornya adalah Tamsil, seorang pensiunan PNS. Tamsil bertugas mencarikan orang-orang yang mau menjadi PNS lewat jalur khusus yaitu tanpa tes.

Tamsil berhasil mengumpulkan 25 orang untuk diangkat menjadi PNS tahun 2014-2015. Para korban diminta Tamsil menyetorkan sejumlah uang. “Bervariasi ada yang Rp 150 juta ada yang Rp 250 juta,” kata Juni.

Tamsil berhubungan langsung dengan Feria yang berada di Purwokerto. Feria menyuruh Tamsil mentransfer uang tersebut ke rekening dirinya, rekening Arif Candra dan rekening Rina. Tamsil lalu menyerahkan berkas persyaratan para korban ke Feria.

Feria mentransfer uang para korban ke rekening Arif Candra dan istrinya. Feria juga menyerahkan berkas persyaratan ke Arif Candra.
Arif Candra berhubungan dengan Ramli, warga Menteng.

Arif membawa berkas persyaratan para korban dan uang milik para korban ke Ramli. “Arif dengan Ramli bertemu di suatu tempat di Jakarta untuk transaksi. Para tersangka sudah mendapat bagian masing-masing,” ujar Juni.

Ternyata para korban yang dikoordinir Tamsil tidak diterima menjadi PNS sebagaimana yang telah dijanjikan. Para korban menagih uangnya kembali. Juni mengutarakan, Tamsil sudah mengembalikan uang beberapa korbannya sehingga tersisa lima korban yang uangnya belum kembali.

Karena tidak juga ada itikad baik dari Tamsil, para korban melaporkan peristiwa itu ke Polda Lampung. Dari laporan para korban itu, polisi menangkap Tamsil. Dari keterangan Tamsil lah terbongkar sindikat penipuan CPNS antarprovinsi ini.(*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved