Premium Langka di Tambelan, Masuk SPBU Langsung Dikasih Pertalite. Ada Ada?

Premium Langka di Tambelan, Masuk SPBU Langsung Dikasih Pertalite. Ada Ada?

Premium Langka di Tambelan, Masuk SPBU Langsung Dikasih Pertalite. Ada Ada?
Kontan/Muradi
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Setelah Tanjungpinang dan Bintan, kelangkaan premium merambah ke pulau Tambelan.

Warga di pulau yang berjarak sekitar 185 mile laut dari Bintan itu menyampaikan, kelangkaan mulai dirasakan sejak awal ramadan. Saat ini, stok yang ada diperkirakan kian menipis.

Baca: Gerebek! Suami Kerja di Pengeboran Minyak, Istri di Rumah Didatangi Oknum Pejabat Pemko Malam-malam

Baca: Edan! Kotak Sumbangan Pelayat di Rumah Duka Artis Yana Zein Raib, Ternyata . . .

"Kami harus hemat pakai bensin (premium), stok di warung warung sangat terbatas sekali,"kata Wahyu, warga Tambelan berbicara dengan Tribun melalui sambungan telepon, Senin (5/6).

Harganya pun melambung tinggi di tengah kelangkaan. Per botol takaran 1,5 liter bisa dijual Rp 18.000 hingga Rp. 19.000. Wahyu mengaku pihaknya bingung premium mendadak langkah di Tambelan. Padahal biasanya selalu tersedia.

Camat Tambelan Akhyaruddin dikonfirmasi Tribun membenarkan kelangkaan premium yang saat ini dikeluhkan warga. Menurut dia, kelangkaan sebetulnya baru terjadi sepekan. Penyebabnya adalah kapal angkut BBM dari Kalimantan Barat telat masuk ke Tambelan.

"Itu kapal yang biasa datang ke sini belum masuk, sehingga stok bensin makin sedikit,"ujar Akhyaruddin.

Camat memperkirakan, kapal asal Kalimantan yang membawa BBM bakal masuk tiga hari ke depan. Pasokan yang masuk sebanyak 300 jerigen atau 1.225 liter untuk suplai selama beberapa hari.

Namun, jenis BBM yang akan masuk nanti bukan premium lagi. Tapi jenis pertalite. "BBM akan masuk dua tiga hari ke depan, tapi yang masuk bukan premium tapi pertalite. Saya tidak tahu juga kenapa pertalite yang masuk,"ujar Ahkyaruddin.

Dia berharap, warga tetap tenang di tengah kelangkaan premium saat ini.(*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help