Sebaiknya Anda Tahu

Inilah Etika Para Penjual Durian, Jangan Kaget Dengan Kebiasaan Mereka!

Inilah Etika Para Penjual Durian, Jangan Kaget Dengan Kebiasaan Mereka! Ini alasan di baliknya!

Inilah Etika Para Penjual Durian, Jangan Kaget Dengan Kebiasaan Mereka!
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Wisatawan menikmati daging buah durian Criwik di pinggir Jalan Jatirogo, Lasem, Rembang, Jawa Tengah, Minggu (12/2/2017). Durian Criwik adalah salah satu buah yang dihasilkan dari Desa Criwik, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah 

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA-Durian memang buah yang terbilang berbeda dibanding buah lainnya.

Tak seperti buah-buahan lain yang lebih banyak dibeli untuk dibawa pulang ke rumah, durian dapat dibawa pulang ke rumah atau justru makan langsung di tempat pedagang berjualan durian.

Baca: Heboh! Bocah 6 Tahun Tewas Dibakar! Polsek Selidiki Gara-gara Luka Bakarnya Begini!

Baca: Mengerikan! Mobil Bupati Tabrakan dengan Motor, Satu Orang Tewas. Begini Kejadiannya!

Baca: Dua Bersaudara Kepergok Ipar Diduga Berbuat Inses, Rumah Pelaku Dibakar Warga.!

"Makan di sini apa dibawa pulang?" adalah kalimat yang sering dilontarkan kepada pembeli buah durian. Tetapi sebelum menyebutkan hal tersebut sebenarnya pedagang durian punya etika tak tertulis yang mirip di seluruh pedagang durian di Indonesia.

Salah satu etika tersebut adalah memberi konsumen durian terbaik.

"Biasa kita bukakan dulu sedikit durian, congkel dengan pisau kasih pembeli coba. Kalau suka kita buka semuanya. Kalau tak suka kita cari terus sampai pembelinya suka," kata penjual durian di Kalibata, Jakarta Selatan, Diroh, Kamis (13/4/2017).

Menurut Diroh, pembeli sebenarnya memiliki hak untuk mendapatkan durian paling manis dan sesuai selera dari penjual. Setelah pembeli setuju dengan durian yang telah dicoba, maka tawar menawar harga akan dilakukan.

Penjual durian di Indonesia memiliki dua cara menghitung harga durian yakni lewat bobot durian, atau dihitung satuan (per butir). Di Sentra Durian Kalibata, misalnya, durian dihitung berdasarkan jenis durian tersebut.

Durian montong umumnya dihitung per kilogram, sedangkan durian jenis lain dihitung per butir. Oleh karena itu ada baiknya bertanya terlebih dahulu cara menghitung harga durian pada penjual.

Selanjutnya etika lain para pedagang jualan saat makan di tempat adalah dengan membelah buah durian, agar mudah disantap oleh para konsumen.

Di daerah Sumatera, pedagang durian umumnya juga memberikan teko air untuk cuci tangan, baskom, tisu, dan air putih. Hal tersebut adalah pelayanan lebih yang diberikan oleh pedagang durian kepada konsumen.

Meski telah menawar harga durian di awal, sebelum menyantap durian pembeli akan membayar harga durian setelah selesai memakan buah durian.

Di beberapa lokasi seperti di Riau, Medan, Pontianak, tak terkecuali Jakarta, lokasi penjual buah durian menjadi pilihan untuk berkumpul bersama teman-teman atau keluarga.(*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help