TribunBatam/

BATAM TERKINI

Mangkrak, Kondisi Gedung Balai Latihan Kerja Kian Memprihatinkan

BLK yang ada di Jalan Brigjen Katamso Batuaji Batam, kondisinya semakin hari semakin memprihatinkan, makin banyak rusak tak bisa digunakan.

Mangkrak, Kondisi Gedung Balai Latihan Kerja Kian Memprihatinkan
Istimewa
Gedung BLK Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Hampir dua tahun permasalahan pengelolaan Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Batam tidak kunjung ada kejelasan. Setelah pihak ketiga yang mengelola BLK tersebut tidak lagi berjalan sebagaimana mestinya.

BLK yang ada di Jalan Brigjen Katamso Batuaji Batam, kondisinya semakin hari semakin memprihatinkan, di mana bangunan sudah banyak yang rusak parah bahkan tidak bisa digunakan.

Sebelumnya, pada Oktober 2016 lalu, saat Kunjungan Asman Abnur Menteri Aparatur Sipil Negara (Menpan) dan Hanif Dhakiri Menteri Ketenaga Kerjaan (Menaker), dikatakan permasalahan pengelolaan BLK tersebut akan secepatnya diselesaikan agar bisa digunakan.

Namun sampai saat ini kejelasan status pengelolaan BLK tersebut tidak jelas, permasalahannya sudah sejauh mana.

Baca: Harga Minyak Mentah Naik, Setelah Lebaran Harga Premium dan Solar Bakal Dievaluasi

Baca: President Director ATB: Jika Pajak Air Naik, Maka Tarif Air Pasti Naik

Baca: Melaju Kencang, Mobil Avanza Oleng dan Hantam Pohon. Mobil Ringsek, Penumpang Terjepit

Saat kunjungan dua menteri ke BLK tersebut, Deputi Lima BP Batam Gusmardi Gustami, menjelaskan berkas pengelolaan dari pihak ketiga yang akan di tarik oleh BP Batam masih ada Kejaksaan.

"Suratnya masih di Kejaksaan, karena ada persoalan pengelolaan dari pihak ketiga yang dulu menggunakan gedung BLK tersebut,"katanya.

Dia juga menjelasakan setelah selesai permasalahan dengan pihak ketiga, maka berkasnya akan diserahkan ke Kementerian Ketenaga Kerjaan.

"Nanti untuk pengelolaan selanjutnya setelah berkasnya selesai dari Kejaksaan kita serahkan kementerian ketenagakerjaan dan mereka yang akan mengatur teknis pengelolaannya," kata Gusmardi Gustami. (*)

Tags
BLK
gedung
Penulis: Ian Pertanian
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2017
About Us
Help