Tangkap Isnilon Hapilon! Ambil Hadiah Uang Rp 2,6 Miliar dari Presiden Duterte

Duterte juga menawarkan hadiah uang masing-masing 5 juta peso atau Rp 1,3 miliar untuk dua bersaudara pemimpin kelompok Maute yaitu Abdullah dan Omar

Tangkap Isnilon Hapilon! Ambil Hadiah Uang Rp 2,6 Miliar dari Presiden Duterte
TED ALJIBE / AFP
Presiden Filipina Rodrigo Duterte 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANILA - Presiden Filipina menawarkan hadiah uang 10 juta peso atau Rp 2,6 miliar bagi siapa saja yang bisa menangkap pimpinan Abu Sayyaf Isnilon Hapilon.

Demikian disampaikan Panglima Angkatan Bersenjata Filipina Jenderal Eduardo Ano, Senin (5/6/2017), untuk menangkap pria yang disebut sebagai Emir ISIS di Asia Tenggara itu.

Duterte juga menawarkan hadiah uang masing-masing 5 juta peso atau Rp 1,3 miliar untuk dua bersaudara pemimpin kelompok Maute yaitu Abdullah dan Omar.

Kelompok sayap ISIS di Filipina
Kelompok sayap ISIS di Filipina (kapamilya)

Baca: Dikecam Chelsea Clinton Gara-gara Candaan Perkosaan, Presiden Duterte Malah Naik Pitam

Baca: Militer Filipina Sebut Militan Maute Ingin Hancurkan Kota Marawi

Jenderal Ano mengatakan, tawaran Duterte itu disampaikan saat dia mengunjungi komando pusat di Cebu, Minggu (4/6/2017) malam.

Isnilon Hapilon juga merupakan salah satu buronan paling dicari FBI dengan harga kepala mencapai 5 juta dolar atau sekitar Rp 66 miliar karena menculik 12 warga Filipina dan tiga warga AS pada 2001.

Hapilon dikabarkan pindah ke Lanao del Sur dari basisnya di Basilan tahun lalu untuk mendirikan basis baru ISIS di Filipina.

"Militer Filipina menyambut baik tawaran Presiden Duterte. Kami harap tawaran ini akan berbuah penangkapan Isnilon Hapilon dan kakak beradik Maute," ujar Jenderal Ano.

Hingga hari ke-14, pertempuran di Marawi masih terus berlangsung yang dipicu kegagalan militer menyergap Isnilon Hapilon di persembunyiannya.(*)

* Berita ini juga tayang di KOMPAS.com dengan judul Duterte Janjikan Uang Rp 2,6 Miliar untuk "Kepala" Isnilon Hapilon

Editor: nandarson
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help