BATAM TERKINI

Pernah Rutin Latih Pekerja, Ternyata Ini Penyebab Yayasan Pengguna BLK Stop Pelatihan

Batam sangat butuh BLK untuk pelatihan kompetensi tenaga kerja agar andal. sehingga, tenaga kerja memiliki kompetensi.

Pernah Rutin Latih Pekerja, Ternyata Ini Penyebab Yayasan Pengguna BLK Stop Pelatihan
Istimewa
Gedung BLK Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Deputi Bidang Pengusahaan Sarana Lainnya BP Batam, Purba Robert M Sianipar mengurai kembali awal mula dibangunnya Balai Latihan Kerja (BLK) di Tanjunguncang.

Dikatakan, pembangunan BLK yang memiliki lima gedung dan dibangun di atas tanah seluas 1,5 hektare itu bersumber dari dana Iuran Wajib Pendidikan Latihan (IWPL) tenaga kerja asing.

Dana itu dipungut sebesar 100 dolar per bulannya. Dengan pembagian sebesar 50 persen untuk BP Batam dan 50 persen lagi untuk pemerintah pusat.

"Dari dana 50 persen itulah BP Batam membangun BLK sekitar tahun 1999," kata Robert.

Baca: Setelah Ciduk Lima Orang, Polisi Kembali Tangkap Tiga Begal

Baca: Kronologi Pemilik Motor Dikeroyok Lima Begal Setelah Lihat Motornya Dipakai Begal

Baca: President Director ATB: Jika Pajak Air Naik, Maka Tarif Air Pasti Naik

Kemudian pada 2001, pengelolaannya diserahkan ke Yayasan Karya Bangsa. Pengurusnya merupakan gabungan instansi dari Kementerian Tenaga Kerja, Pemko Batam dan BP Batam.

"Di awal-awal yayasan ini dapat bantuan dari pemerintah pusat. Beberapa pelatihan aktif dilakukan seperti welding, memotong, menjahit, manajemen," ujar dia.

Namun pada 2008, yayasan tak lagi mendapat dukungan pendanaan dari pemerintah. Seiring dengan terbitnya Undang-undang Nomor 16 tahun 2001, dan Undang-undang Nomor 28 tahun 2004 tentang yayasan yang mengharuskan syarat daftar ke Kementerian Hukum dan HAM.

Hingga saat ini Yayasan Karya Bangsa tak pernah mendaftarkan dirinya ke Kemenkumham.

"Sejak 2008 kegiatan di BLK terhenti karena tak ada pendanaan. Saat kunjungan kemarin, Menteri menyayangkan terbengkalainya BLK. Kami diminta untuk revitalisasi," kata Robert.

Dia menilai pemanfaatan BLK sangat diperlukan bagi Batam. Tujuannya tidak lain untuk pelatihan kompetensi tenaga kerja agar handal. Dengan pelatihan itu tenaga kerja diharapkan memiliki kompetensi. Sehingga nantinya tidak hanya untuk bekerja di Batam tetapi juga bisa bekerja di tempat lainnya. Termasuk ke luar negeri.

"Tetap BLK itu akan dimanfaatkan untuk pelatihan sesuai kebutuhan industri. Pelatihan yang dilakukan sifatnya singkat," ujar dia. (*)

Penulis: Dewi Haryati
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help