Pro Kontra Transportasi Online

Wakil Ojek Pangkalan Diusir, Rapat Ojek Online dan Pangkalan Kembali Deadlock

Rapat dengar pendapat membahas operasional ojek online dan ojek pangkalan kembali deadlock. Bahkan, dalam rapat sempat terjadi keributan kecil.

Wakil Ojek Pangkalan Diusir, Rapat Ojek Online dan Pangkalan Kembali Deadlock
Suasana hearing Komisi I DPRD Batam dengan Dinas Perhubungan dan perwakilan ojek online dan ojek pangkalan, belum lama ini. Meski digelar hearing lagi tapi masih tetap deadlock 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM - Rapat dengar pendapat membahas operasional ojek online dan ojek pangkalan kembali deadlock. Bahkan, sebelum rapat berakhir tanpa putusan, peserta rapat sempat memanas dan ribut hingga sejumlah anggota Aliansi Ojek Pangkalan memilih walk out.

"Kami hanya ingin jawaban kenapa Gojek masih beroperasi mengangkut penumpang, bukan masalah ini masalah itu. Sudah jelas-jelas kemarin pas rapat di Polresta Barelang bahwa ojek online tidak boleh mengangkut penumpang. Kenapa kenyataannya di lapangan masih banyak yang angkut penumpang," ujar Sekretaris Aliansi Ojek Pangkalan dengan nada emosi.

Ucapan sekretaris Aliansi Ojek Pangkalan tersebut akhirnya memicu reaksi perwakilan dari Ojek Online dan berakhir dengan diusirnya wakil ojek pangkalan tersebut dari ruang rapat yang digelar di ruang rapat lantai dua Komisi I DPRD Kota Batam, Rabu (7/6/2017).

Baca: Banyak Sekolah Swasta Tutup Kurang Murid, Ini Usulan Sekretaris Komisi IV

Baca: Sedang Butuh Pekerjaan di Batam? Silakan Cek Tawaran Berikut Ini

Baca: Orangtua Pilih Sekolah Negeri karena Murah? Simak Imbauan Kadis Pendidikan Batam

Sayangnya, keputusan pengusiran oleh pimpinan rapat, Harmidi Umar Husein tersebut membuat semua wakil ojek pangkalan yang hadir ikut melakukan walk out meninggalkan ruang rapat. Mereka menganggap pimpinan rapat tak adil serta mengambil keputusan dari satu pihak saja. 

Rapat tersebut dihadiri sejumlah pihak mulai Wakapolresta Barelang beserta jajaran, Kapolsek Batam Kota, Kapolsek Lubuk Baja, Kapolsek Batu Ampar, Kasat Lantas, Kasat Intel, Kasat Binmas.

Hadir juga wakil Dinas Perhubungan Kota Batam, sejumlah Anggota DPRD Komisi I, Perwakilan dari Manajemen Ojek Online, Perwakilan dari Wak-Jek, dan Sejumlah anggota Aliansi Ojek Pangkalan.

Karena rapat belum mendapat keputusan, Komisi I DPRD Batam akan segera menggelar rapat dan mengambil kebijakan. (*)

*Baca Berita Terkait di Tribun Batam Edisi Cetak, Kamis 8 Juni 2017

Tags
ojek
Batam
Penulis:
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved