Di Jakarta, Jangan Beri Uang Pada Pengemis Jalanan Jika Tak Ingin Bayar Denda

Berdasarkan data Pemprov DKI Jakarta, saat ini PMKS sudah berkurang. Mereka memilih mengemis di jalanan perbatasan Jakarta, seperti Bekasi dan Depok.

Di Jakarta, Jangan Beri Uang Pada Pengemis Jalanan Jika Tak Ingin Bayar Denda
Tribun Batam/Argianto
Ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menjelang Lebaran, biasanya Jakarta kedatangan pengemis musiman. Kepada masyarakat, Kepala Dinas Sosial DKI Jakarta Masrokhan meminta agar tidak memberikan bantuan kepada Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS), selama bulan Ramadan dan menjelang Lebaran.

Menurutnya, saat ini PMKS sudah berkurang. Mereka memilih mengemis di jalanan perbatasan Jakarta, seperti Bekasi dan Depok.

"Namun demikian misalnya ke DKI lagi imbauan untuk warga Jakarta, jangan memberikan sesuatu di jalanan karena itu melanggar Perda Jakarta 8/2007," kata Masrokhan saat dikonfirmasi, Kamis (8/6/2017).

Untuk wilayah DKI Jakarta, larangan mengemis juga diatur di dalam Perda DKI Jakarta No. 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (“Perda DKI 8/2007”).

Baca: Anggota DPRD Bekasi Terpaksa Utang Biaya Hotel saat Kunker. Ini Sebabnya

Baca: TERUNGKAP. Ini Alasan BP Batam Hanya Serahkan Separuh TPA Telaga Punggur ke Pemko

Baca: HEBOH. Status Facebook Pakai Background Gambar. Begini Cara Membuatnya

Di dalam Pasal 40 Perda DKI 8/2007 diatur mengenai larangan untuk mengemis, tetapi juga melarang orang memberi uang atau barang kepada pengemis.

Pasal 40 Perda DKI Jakarta 8/2007 disebutkan Setiap orang atau badan dilarang:
a. menyuruh orang lain untuk menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil;
b. menjadi pengemis, pengamen, pedagang asongan, dan pengelap mobil;
c. membeli kepada pedagang asongan atau memberikan sejumlah uang atau barang kepada pengemis, pengamen, dan pengelap mobil.

Pelanggar Pasal 40 huruf a Perda DKI Jakarta 8/2007diancam dengan pidana kurungan paling cepat 20 hari dan paling lama 90 hari atau denda paling sedikit Rp500 ribu dan paling banyak Rp30 juta. (*)

Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help